Begini Suasana Hari Raya Nyepi Warga Kapuas di Tengah Wabah Corona

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 25 Maret 2020 - 12:25 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Perayaan Hari Raya Nyepi sangat dinanti oleh semua umat Hindu, tak terkecuali bagi warga yang beragama Hindu di Kabupaten Kapuas, diantaranya seperti di wilayah Kecamatan Basarang dan Desa Terusan Makmur, Kecamatan Bataguh. Namun perayaan tahun ini diterpa wabah corona.

Dari pantauan Borneonews.co.id di Jalan Trans Kalimantan KM 4, dan Desa Lunuk Ramba, Kecamatan Basarang suasana hening, dan khidmat begitu terasa, karena umat Hindu sedang melaksanakan Nyepi.

Nyepi dilaksanakan selama 24 jam, mulai dari matahari terbit pukul 06.00 pagi hingga pukul 06.00 pagi keesokan harinya.

Selama hari raya inilah umat Hindu tidak boleh melakukan berbagai aktivitas fisik ataupun keluar rumah, selain yang berguna untuk penyucian jiwa.

Hanya saja pelaksanaan Nyepi kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, lantaran adanya pandemi global atau wabah virus corona alias Covid-19. Imbasnya, sejumlah rangkaian kegiatan menyambut Hari Raya Nyepi dibatasi hingga ditiadakan.

Misalnya saja, pada pelaksanaan kegiatan arak ogoh-ogoh yang biasa dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi rutin dilaksanakan di Basarang setiap tahunnya yang kali ini ditiadakan.

"Memang dengan adanya virus corona, perayaan Nyepi kali ini tidak seperti tahun tahun sebelumnya. Seperti ditiadakannya pawai ogoh-ogoh dalam perayaan nyepi kali ini," kata Kapolsek Basarang, Ipda Suroto, Rabu, 25 Maret 2020.

Sementara itu, Made Subawa warga Desa Terusan Makmur, Kecamatan Bataguh merasakan Hari Raya Nyepi tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya akibat wabah Corona.

"Sangat berbeda karena adanya virus ini. Sehingga yang ikut melaksanakan persembahyangan Meracu/pengrupukan (sehari sebelum nyepi) kemarin itu dibatasi atau tidak banyak yang bisa ikut," ucap Made.

"Kalau tahun lalu meriah, dan banyak yang ikut. Saat ini dibatasi jumlah umat setelah ada imbauan dari pemerintah tentang virus covid," jelasnya.

Kendati demikian, itu tidak mengurangi nilai-nilai dalam menyambut Perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1942. Mereka turut mendoakan dan berharap wabah tersebut segera berlalu. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)

Berita Terbaru