Ini Cara Buat Larutan Disinfektan dan Cara Pelaksanaannya

  • Oleh Wahyu Krida
  • 26 Maret 2020 - 17:40 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai upaya membunuh virus corona atau covid-19 yang menempel di permukaaan, penyemprotan disinfektan di ruang publik seperti taman, tempat ibadah, pasar dan perkantoran sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri.

Ketua Harian PMI Kotawaringin Barat (Kobar) Safwan, Kamis, 26 Maret 2020 menjelaskan berdasarkan edaran mengenai protokol layanan disinfeksi untuk covid-19 menjelaskan langkah yang bisa dilakukan masyarakat untuk mempersiapkan larutan disinfektan yang akan disemprotkan di ruang publik.

"Disinfektan bisa disemprot menggunakan alat semprot pertanian yang biasanya digunakan untuk mematikan rumput atau hama. Namun jangan gunakan alat bekas yang pernah dimasukkan bahan kimia lain. Silakan beli alat semprot baru di toko pertanian," jelasnya.

Setelah itu siapkan larutan disinfektan dengan komposisi yang telah ditentukan. "Ada beberapa jenis larutan yang bisa digunakan. Cara pertama yaitu mencampurkan larutan pemutih atau hipoklorit dengan takaran 30 ml / 2 sendok makan untuk 1 liter air. Larutan pemutih tersebut sering dikenal di masyarakat dengan merk Bayclin, So Klin Pemutih, Proklin atau Prokleen dan masih banyak lagi," jelasnya.

Kemudian bisa menggunakan cairan Karbol/Lysol yang didalamnya terdapat zat aktif Fenol "Takarannya, campurkan 30 ml / 2 sendok makan karbol pada 1 liter air. Cairan karbol tersebut biasanya dikenal masyarakat dengan merk  Wipol, Supersol dan Bebek Karbol Wangi," sebutnya.

Sedangkan cara ketiga, larutan bisa dibuat menggunakan cairan pembersih lantai. "Dalam cairan pembersih lantai terdapat bahan aktif Benzalkonium Klorida. Takaran pembuatan larutan disinfektan yaitu 1 tutup botol dicampurkan dengan 5 liter air. Cairan pembersih lantai biasanya dikenal masyarakat dengan merk Super Pell, So Klin Pembersih Lantai, Dettol Floor Cleaner dan lainnya," imbuhnya..

Safwan menjelaskan selama mencampurkan larutan tersebut sebaiknya gunakan alat pelindung diri (APD) berupa masker.

"Kemudian saat petugas melakukan penyemprotan wajib menggunakan APD berupa jas hujan, masker dan kacamata pelindung untuk menghindari paparan bahan kimia secara langsung ke tubuh," tandasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)

Berita Terbaru