BPP Laksanakan Pengubinan di Desa Tampa, ini Hasilnya

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 27 Maret 2020 - 11:00 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Panen padi untuk musim tanam oktober-maret atau okmar segera tiba. Terkait itu, Balai Penyuluh Pertanian atau BPP Kecamatan Paku melakukan pengubinan, yakni untuk memprediksi hasil panen gabah per hektare.

Pengubinan ini dilakukan BPP bersama Babinsa TNI dan petani dari Kelompok Tani Kalawangun Desa Tampa.

"Hasil padi kurang memuaskan hanya 5,6 ton per hektare karena ada beberapa faktor, yaitu cuaca tidak menentu, banjir, serta serangan hama atau penyakit seperti penggerek batang, walang sangit, dan tikus," kata Kepala BPP Kecamatan Paku, Asbel Serep, Jumat, 27 Maret 2020.

Menurutnya, semua masalah tersebut telah ditanggulangi sejak dini oleh petani dan penyuluh. Namun, serangan hama atau penyakit pasca banjir pada padi hibrida varietas SL 8 ini cukup berat.

"Walau demikian petani tetap puas karena hasil masih masuk standar dari pertanian. BPP dan penyuluh selalu memantau semua kondisi padi awal musim panen yang tersebar di 12 desa Kecamatan Paku," tambah Asbel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi berharap agar semua penyuluh bisa terus memantau wilayah binaannya masing-masing, sehingga tidak terjadi kerawanan pangan pada petani.

"Petani harus terus didampingi hingga pasca panen. Kita berharap pada musim tanam berikutnya, hasil panen lebih baik lagi," kata Riza. (BOLE MALO/B-11)

Berita Terbaru