Stok APD Terbatas, Rapid Test ODP Covid-19 Lamandau Diharapkan Selesai Secepatnya

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 04 April 2020 - 00:10 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten Lamandau saat ini sedang melakukan rapid test Covid-19 khusus warga dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 47 orang. Hal itu sudah dimulai sejak Jumat 3 April 2020 dan diharapkan dapat selesai secepatnya, mengingat minimnya Alat Pelindung Diri  (ADP) tenaga medis saat ini.

"Harapan kita Rapid Test Covid-19 bagi warga berstatus ODP ini dapat selesai secepatnya, kalau bisa dua hari selesai. Karena selain ditunggunya kepastian tentang kondisi warga yang kini berstatus ODP, tentu saja berkaitan juga dengan ketersediaan APD," kata Bupati Lamandau Hendra Lesmana yang memantau pelaksanaan Rapid Test hari pertama di Area Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Lamandau, Jumat sore.

Bupati yang juga merupakan ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Lamandau itu menyebut, jika pelaksanaan Rapid Test Corona itu cepat selesai tentu saja akan dapat menghemat penggunaan APD yang jumlahnya masih terbatas.

Disebutkan Hendra, APD standar medis yang tersedia saat ini hanya sekitar 100 set, karena ketersediaannya yang sangat sulit dicari. Dilain sisi, dalam menjalankan SOP penanggulangan covid-19 APD tersebut hanya dapat digunakan sekali pakai, itupun dengan durasi waktu maksimal penggunaan sekitar delapan jam.

"Artinya, jika rapid test ini memakan waktu lama dikarenakan rendahnya partisipasi warga yang datang, otomatis penggunaan APD-pun akan kian boros. Boros barang dan boros anggaran. Karena, jikapun APD standar medis itu barangnya, ternyata harganyapun sangat mahal. Itulah gambaran situasi saat ini," ujar dia.

Seperti yang dijalaninya, Hendra Lesmana memastikan bahwa durasi waktu pemeriksaan (rapid test) sangatlah cepat, tidak lebih dari lima menit. Karenanya, dia berharap agar warga Lamandau yang berstatus ODP itu dapat segera melakukan rapid test.

Diketahui, dari 47 warga berstatus ODP tenyata baru 11 orang saja yang telah mengikuti rapid test. Dari 11 yang menjalani pemeriksaan melalui rapid test itu, kesemuanya dinyatakan negatif covid-19. (HENDI NURFALAH/B-5)

Berita Terbaru