Disnakertrans Barito Selatan Segera Data Pekerja Terdampak COVID-19

  • Oleh Uriutu
  • 09 April 2020 - 15:30 WIB

BORNEONEWS, Buntok – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Barito Selatan, segera mendata para pekerja terdampak virus corona atau Covid-19.

Tiga sektor informal maupun formal yang paling terdampak Covid-19 di Barsel akan segera didata untuk mendapatkan berbagai macam program bantuan dari pemerintah.

Sektor dimaksud adalah tenaga kerja yang mengalami PHK/dirumahkan sementara atau pekerja buruh harian, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan masyarakat pra sejahtera.

Kepala Disnakertrans Barsel, Agus In’yulius, mengatakan, khusus untuk sektor ketenagakerjaan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan para pekerja yang di PHK/dirumahkan sementara.

Baik oleh perusahaan atau badan usaha tempatnya bekerja, ataupun mereka yang bekerja sebagai pekerja buruh harian, guna mendapatkan kartu prakerja.

Menurutnya, dari tiga jenis penerima kartu prakerja, yakni pencari kerja, karyawan/buruh di PHK/dirumahkan dan pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi, saat ini prioritasnya adalah bagi para buruh yang di PHK atau dirumahkan.

“Kalau Disnakertrans, programnya adalah fokus penyaluran kartu prakerja kepada para pekerja yang di PHK/dirumahkan sementara,” kata Agus In’yulius kepada Borneonews, Kamis, 9 April 2020.

Ia menjelaskan, kebijakan ini meneruskan instruksi Mendagri Nomor 1/2020, tentang Persiapan Anggaran untuk Menanggulangi Dampak Covid-19, terutama di sektor pekerja, UMKM dan masyarakat pra sejahtera.

Adapun kuota yang disediakan pemerintah pusat untuk Kalimantan Tengah adalah sebanyak 49.572 kartu.
Dengan kartu ini, para penerima nantinya akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 3.550.000 per orang dibagi dalam masa waktu selama empat bulan, dengan rincian Rp 600.000 tunjangan pra kerja ditambah biaya pelatihan dan insentif lainnya setiap bulan. Pendataan dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah desa dan perangkatnya, serta pihak dinas itu sendiri.

Berita Terbaru