Puasa Tetap Sehat, Ubah Gaya Hidup dari Pola Makan, Diet dan Olahraga

  • Oleh Teras.id
  • 03 Mei 2020 - 12:20 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kebiasaan makan dan pola tidur umat Muslim di seluruh dunia berubah selama bulan Ramadan, terutama dengan kewajiban puasa tidak makan dan minum selama siang hari. Namun, perubahan rutin yang tiba-tiba ini perlu diperhatikan dengan hati-hati karena tubuh kita tidak terbiasa dengan gaya hidup ini. Terlepas dari manfaat spiritual, puasa menawarkan beberapa manfaat kesehatan. Hal ini tergantung pada kesehatan seseorang, setiap individu harus beradaptasi dengan rutinitas ini dan dengan caranya sendiri.

Tak sedikit yang mengikit tips kesehatan di media sosial, termasuk petunjuk tentang penurunan berat badan, detoksifikasi, cara untuk melawan kelelahan dan mengatasi bau mulut. Tapi para ahli sering memperingatkan orang-orang agar tidak membabi buta mengikuti kiat daring karena risiko kesehatan. Dalam banyak kasus, saran-saran ini tidak memiliki bukti ilmiah, dan disertai dengan klaim dan testimoni yang berlebihan.

Beberapa pakar kesehatan membagikan tips bermanfaat untuk puasa yang sehat.

1. Peluang menurunkan berat badan
Banyak orang sering memanfaatkan Ramadan sebagai kesempatan untuk menurunkan berat badan karena asupan makanan mereka lebih rendah dari biasanya. Mohannad Badghaish, seorang pendaftar senior di bidang penyakit dalam, setuju bahwa puasa dapat membantu menurunkan berat badan ekstra dan menawarkan beberapa panduan.

“Makanlah tiga makanan seimbang sehari, termasuk sarapan, makan malam, dan sahoor. Setiap makan harus terdiri dari 30 persen protein, 15-20 persen lemak dan 50 persen karbohidrat, sambil juga mempertahankan olahraga setiap hari, ” katanya.

Ahli gizi klinis dan olahraga Sundos Malaikah menyarankan agar penurunan berat badan tidak dilakukan dengan cepat, tapi perubahan perilaku bertahap yang dapat dipertahankan selama dan setelah Ramadan. “Berat badan yang cepat hilang kemungkinan besar akan cepat kembali. Terbukti secara ilmiah bahwa diet seperti itu sering gagal. Saya selalu berusaha mempromosikan meningkatkan hubungan Anda dengan makanan terlebih dahulu, belajar tentang rasa lapar dan rasa kenyang, sementara secara bertahap mengubah perilaku makan,” katanya kepada Arab News.

Dia menyarankan orang menghindari makan makanan olahan dan mengandalkan sumber alami. Menurut Malaikah, penurunan berat badan itu sederhana jika seseorang makan makanan alami dan memastikan asupan makanan mereka sesuai dengan kebutuhan energi mereka. Mengaitkan penurunan berat badan dengan lebih sedikit makanan tidak akurat, katanya. Terlebih di masa di mana banyak orang khawatir tentang kesehatan mereka karena ancaman corona, puasa dapat membantu meningkatkan kesehatan bila dilakukan dengan benar.

2. Makan berlebihan
Banyak makanan dan camilan yang tidak hanya menghalangi orang untuk mendapatkan manfaat kesehatan tetapi juga bertentangan dengan nilai spiritual Ramadan. “Sistem kekebalan tubuh kita sangat kompleks dan sangat kuat. Tidak ada makanan individu yang akan membuatnya lebih kuat. Sayangnya, itu adalah kesalahpahaman. Kita dapat meningkatkan kemampuan bertarungnya dengan menyediakan lingkungan yang tepat, yang tetap aktif secara fisik, cukup tidur berkualitas tinggi, mengelola stres, dan makan dengan baik, ” katanya.

Badghaish juga memperingatkan bahwa konsumsi makanan yang berlebihan memiliki dampak negatif pada kesehatan dan bertentangan dengan ajaran Islam.

“Nabi Muhammad berkata:‘ Seorang manusia mengisi tak lebih buruk dari perutnya. Cukup bagi manusia untuk memakan beberapa suap untuk menjaga tulang punggungnya tetap lurus. Tetapi jika dia harus (mengisinya), maka sepertiga makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk udara," katanya.

Berita Terbaru