Ini Saran Anggota DPRD Kapuas Terhadap Jembatan Timbang di Anjir Guna Cegah Covid-19

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 04 Mei 2020 - 11:45 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Masih dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, anggota DPRD Kapuas Rusmianur memberikan sejumlah saran agar jembatan timbang di Jalan Trans Kalimantan Km 12,5 Kecamatan Kapuas Timur ditinjau ulang operasioonalnya.

Rusmianur menyarankan agar bisa ditinjau ulang dan diharapkan mobil angkutan barang, tidak lagi masuk ke area jembatan timbang, mengingat tidak diketahui adanya penyebaran virus yang terbawa oleh sopir angkutan.

Menurut Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Rusmianur, Jembatan Timbang milik Kementerian Perhubungan, Dirjen Perhubungan Darat, Balai Pengelola Transfortasi Darat Wilayah XVI Propinsi Kalteng, adalah keberadaan jembatan timbang hanya sebagai sarana pemantau dan penjaga aset saja. 

"Kami harapkan ini bisa ditinjau ulang. Atau ada solusi lain, misalnya armada angkutan barang tidak lagi masuk gerbang jembatan timbang, dan harus dipersilakan lewat jalan luar," ucap Rusmianur, Senin, 4 Mei 2020.

Apabila, lanjutnya, mobil angkutan barang yang masih diwajibkan masuk jembatan timbang, maka seolah-olah lokasi jembatan timbang menjadi tempat peristirahatan. 

"Karenanya. diharapkan gerbang masuk armada, agar diportal. Dikhawatirkan ada salah seorang sopir, tanpa diketahui padahal sudah terpapar Covid-19, maka akan menularkan ke petugas dan masyarakat di sekitar jembatan timbang," tambah tegas Rusmianur.


Kebanyakan angkutan barang melintasi Kapuas dari Banjarmasin pada tengah malam. Lantaran tidak diportal armada angkutan langsung masuk di jembatan timbang.

Padahal, sesuai aturan pemerintah selama pandemi Covid-19 untuk arus angkutan orang jenis mobil akan diperketat, kecuali angkutan barang, sembako logistik kesehatan milik pemerintah.

"Kalau dibiarkan tidak diportal dikhawatirkan ada penyebaran Covid-9, karena para sopir berkumpul istirahat di sana," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/m)

Berita Terbaru