Layanan Penumpang di Bandara H Asan Sampit Mulai kembali Dibuka

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 11 Mei 2020 - 14:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah telah memperbolehkan seluruh layanan moda transportasi kembali beroperasi. Sehingga, layanan penumpang di Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali beroperasi. 

"Sesuai dengan surst edaean Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat dan surst Dirjen Perhubungan Udara, bahwa pesawat dapat beroperasi kembali mengangkut penumpang dengan persyaratan," ujar Kepala Bandara H Asan Sampit Havandi Gusli, Senin, 11 Mei 2020. 

Persyaratan yang diwajibkan bagi calon penumpanh yakni sesuai dengan SE 04 Tahun 2020. Jika persyaratan yang tertera tidak diikuti, maka penumpang tidak diperbolehkan berangkat. Hal itu dilakukan sebagai langlah dan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19. 

"Penumpang boleh berangkat, asalkan persyaratan yang diwajibkan terpenuhi," kata Havandi. 

Persyaratan tersebut diantaranya menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah), menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR) test rapid test, dan surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, serta klinik kesehatan.

Kemudian, bagi perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta harus menunjukkan surat tugas bagi ASN, TNI, Polri yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat Eselon 2. Surat tugas bagi pegawai BUMN, BUMD, unit pelaksana teknis, satuan kerja, organisasi non pemerintah, lembaga usaha yang ditandatangani oleh direksi, serta melaporkan rencana perjalanan berupa jadwal keberangkatan, jadwal saat berada di daerah penugasan, dan waktu kepulangan.

Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh lurah, kepala desa. 

Sementara, bagi perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras, atau meninggal dunia harus menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit untuk pasien yang akan melakukan pengobatan di tempat lain. 

Selain itu juga menunjukkan surat keterangan kematian dari tempat almarhum atau almarhumah, untuk kepentingan mengunjungi keluarga yang meninggal dunia. 

"Yang pasti kai utamakan kewajiban syarat berangkat tersebut. Jika tidak dimiliki maka tidak kami perbolehkan penumpang untuk berangkat," terang Havandi. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

Berita Terbaru