Aplikasi Pilgub (Pemilihan Gubernur) Propinsi Kalimantan Utara Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

30 Persen Nasabah BCA Diprediksi Ajukan Restrukturisasi Kredit

  • Oleh Teras.id
  • 14 Mei 2020 - 11:01 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Cental Asia Tbk atau BCA memproyeksi jumlah debitur korporasi yang akan direstrukturisasi semakin besar hingga akhir tahun ini.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja memperkirakan sekitar 28 hingga 30 persen debitur korporasi perseroan akan mengajukan restrukturisasi hingga akhir tahun ini.

Hanya saja, dia enggan menyebutkan realisasi jumlah debitur yang telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit dari BCA. Pasalnya, setiap debitur yang mendapatkan persetujuan restrukturisasi hanya dilaporkan ke OJK dan tidak untuk publikasi.

Bank BCA akan mendorong kebijakan restrukturisasi kredit. Likuiditas pun dipastikan masih aman meskipun dilakukan restrukturisasi. “So far masih terkendali,” jawabnya singkat kepada Bisnis, Rabu 13 Mei 2020.

Restrukturisasi kredit yang dilakukan perbankan saat ini memang masih didominasi pada sektor UMKM. Namun, potensi restrukturisasi kredit ke debitur korporasi diproyeksi semakin besar.

Adapun Otoritas Jasa Keuangan mencatat hingga 10 Mei 2020 telah ada 3,88 juta debitur perbankan yang mendapatkan restrukturisasi dengan total baki debet mencapai Rp336,97 triliun.

Sebagian besar restrukturisasi kredit dilakukan diberikan pada debitur UMKM yang ada sebanyak 3,42 juta debitur dengan total baki debet mencapai Rp167,1 triliun.

Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani mengatakan ada kemungkinan pada Juni atau Juli 2020, perusahaan besar akan mulai muncul untuk meminta restrukturisasi kredit.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Kadin yang menyebutkan bahwa anggotanya masih bjsa bertahan hingga Juni 2020. Artinya, apabila pandemi Covid-19 terus berlanjut, restrukturisasi kredit pada debitur korporasi akan mulai diajukan.

“Saat ini memang masih didominasi UMKM, Juni atau Juli baru perusahaan yang mulai muncul karena Kadin sudah menyatakan bahwa mereka bisa bertahan sampai Juni,” katanya kepada Bisnis. (TERAS.ID)

Berita Terbaru