Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Magelang Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

2 PDP Asal Kabupaten Kapuas Meninggal Dunia

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 17 Mei 2020 - 13:00 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyampaikan kabar duka.Yakni 2 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait dengan corona virus disease atau covid-19 asal Kabupaten Kapuas meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kapuas, H Junaidi mengatakan bahwa 2 warga berstatus PDP meninggal dunia ini berasal dari Kecamatan Selat dan Kecamatan Kapuas Tengah.

"Ya, pertama tanggal 16 Mei 2020 sekitar pukul 18.50 WIB telah meninggal dunia PDP seorang laki-laki berusia 54 tahun beralamat Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat di RSUD Kapuas," ucap Junaidi, Minggu, 17 Mei 2020.

Kemudian, yang kedua meninggal dunia pada tanggal 16 Mei 2020 sekitar pukul 22.00 WIB. yaitu seorang perempuan berusia 16 tahun berstatus PDP.

"Yang kedua ini warga Desa Kayu Bulan, Kecamatan Kapuas Tengah meninggal dunia dalam perjalanan saat dirujuk dari PKM Pujon ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya," tukasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Dinas Kesehatan Kapuas dr Tri Setyautami menambahkan untuk pasien PDP kedua, yang meninggal dunia pada tanggal 16 Mei 2020, seorang perempuan tersebut datang di PKM Pujon dalam keadaan sesak nafas berat, dan demam.

"Sudah dikonsultasikan oleh dokter yang ada di Pkm Pujon ke Dokter Spesialis Paru RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Hingga Dokter Spesialis paru itu menyetujui yang bersangkutan sebagai PDP, dan saran dirujuk ke Palangka Raya. Namun dalam perjalanan yang bersangkutan meninggal dunia. Untuk riwayat perjalanan, dan kontak sementara belum ada, namun upaya penyelidikan epidemiologi (PE) tetap dilakukan," tuturnya.

Selain itu, Tri menyebutkan sampai saat ini ada 7 PDP warga Kabupaten Kapuas yang meninggal dunia dengan rincian 5 orang dari Kecamatan Selat, 1 orang dari Kecamatan Bataguh, dan 1 orang dari Kecamatan Kapuas Tengah.

Ia menegaskan, warga meninggal berstatus PDP tersebut belum tentu terinfeksi covid-19, karena harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.

"Dari 7 orang itu, 2 orang tidak sempat di-swab karena keburu meninggal dunia. Sementara 5 orang masih menunggu hasil swab," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)

Berita Terbaru