Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pohuwato Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

8 Terdakwa Warga PSHT Utarakan Masih Ada Rekannya DPO Hingga Mengaku Menyesal

  • Oleh Naco
  • 20 Mei 2020 - 12:25 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Delapan terdakwa pengeroyokan AM alias Ag, MTI, MES alias Did, MS alias Mat, FAW, MKW alias Bo, AG alias Iw, MNK alias Tik.
dengan korban Herpansyah mengutarakan selain mereka masih ada tiga rekannya yang lain turut menganiaya korban.

"Ada tiga hal lain lagi. Tetapi mereka kabur," kata FAW, terdakwa dalam persidangan, Rabu, 20 Mei 2020 dipimpin hakim Pengadilan Negeri Sampir Darminto Hutasoit.


Dalam kasus ini Ag mengaku sebagai orang yang pertama punya ide menganiaya warga Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotim itu hingga diikuti oleh rekannya itu.


Mereka melakukan perbuatannya itu sebanyak dua kali yakni pada Minggu, 9 Januari 2020 sekitar pukul 01.30 Wib di sebuah rumah kosong dan lapangan latihan PSHT JI. H. Ikap Kel. MB. Hilir Kecamatan MB. Ketapang, Kabupaten Kotim


Dalam persidangan itu mereka menyatakan menyesal. Bahkan diakui mereka akibat olah main hakim sendiri tersebut PSHT tidak bisa lagi melakukan kegiatan di Kotim.

"Gara-gara kalian tidak bisa lagikan latihan," tanya anggota majelis hakim Puthut Rully yang dibenarkan oleh mereka.

Mereka juga menyatakan ingin meminta maaf dengan korban. Namun hingga saat ini itu belum bisa dilakukan. 

"Jika ada kesempatan ingin sekali minta maaf. Saya sangat menyesal, Yang Mulia," ujar terdakwa. (NACO/m)

Berita Terbaru