Beribadah dari Rumah Bukan Berarti Meremehkan Tradisi Agama

  • Oleh Testi Priscilla
  • 21 Mei 2020 - 10:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hari ini, Kamis, 21 Mei 2020 umat Kristiani merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih, 40 hari dari perayaan Paskah. Biasanya hari ini umat Kristiani akan merayakannya dengan cara menyelenggarakan ibadah di gereja. 

Tetapi hari ini karena masih dalam wabah Covid-19, umat Kristiani harus melakukan ibadah dari rumah masing-masing dengan mengikuti streaming dari Gereja, tetapi bukan berarti peribadatan ini meremehkan tradisi agama.

"Kita tidak sedang melanggar atau meremehkan tradisi. Justru kita harus memaknai tradisi yang sudah berlangsung ratusan tahun ini dalam situasi konkrit," kata Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan kepada Borneonews pada Kamis, 21 Mei 2020.

Politisi dari Fraksi PKB ini mengatakan bahwa cara memutus mata rantai penyebaran covid-19 yakni tetap berada di rumah atau stay at home.

"Karena itu, saat ini di rumahlah tempat yang paling aman yang bisa kita ciptakan, dengan demikian, mata rantai wabah virus covid-19 dapat kita berantas dan hentikan bersama-sama" tuturnya.

Untuk itulah menurut Yudhi banyak imbauan-imbauan menganjurkan masyarakat untuk tetap berada di rumah dan berpergian untuk menghindari resiko penularan dari orang tanpa gejala Covid-19.

"Jika tidak ada kepentingan, lebih baik tidak usah bepergian. Beribadah saja disarankan dari rumah, apalagi kalau tidak ada kepentingan mendesak, di rumah saja. Kalaupun ada hal penting dan mendesak tetap gunakan alat pelindung diri minimal seperti masker dan  untuk meningkatkan kewaspadaan," tutup Yudhi. (TESTI PRISCILLA/m)
 

Berita Terbaru