TNI/ Polri akan Jaga Masjid di Kotim Agar Tidak Salat Idul Fitri Berjemaah

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 22 Mei 2020 - 16:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawarigin Timur (Kotim) Supian Hadi mengeluarkan surat edaran berupa instruksi tidak diadakan salat Idul Fitri berjemaah di masjid atau lapangan. Keputusan tersebut langsung dikawal oleh TNI dan juga Polri yang siap menjaga di beberapa masjid. 

"Nanti TNI dan Polri yang mengawal instruksi tersebut. Mereka akan memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat, di sejumlah masjid-masjid," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Jumat, 22 Mei 2020. 

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat bisa mematuhi instruksi tersebut. Karena apa yang dilakukan pemerintah saat ini bukan untuk melarang masyarakat beribadah. Namun berupaya agar menyelamatkan masyarakat dari terpaparnya Covid-19. 

"Kita tidak tahu siapa yang terjangkit Covid-19 ini. Makanya kita antisivasi lebih dulu. Dengan tidak berkumpul orang banyak, salah satunya salat berjemaah," kata Supian. 

Dirinya juga mengatakan bahwa instruksi ini keluar sudah berdasarkan keputusan bersama. Bahkan semua organisasi keagamaan hadir. Dan apa yang dikeluarkan, merupakan yang terbaik untuk masyarakat Kotim. 

"Jangan salahkan organisasi masyarakat, namun salahkan saja saya. Dan apa yang saya putuskan ini demi kesehatan masyarakat," terang Supian. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)

Berita Terbaru