2 Dokter IGD RSUD Kapuas Positif Covid-19, Puluhan Tenaga Medis Kontak Erat

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 23 Mei 2020 - 11:20 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dua dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dikabarkan terkonfirmasi positif covid-19.

Akibatnya, puluhan tenaga medis yang kontak erat dengan 2 dokter itu harus melakukan karantina mandiri. Bahkan, ada pengumuman sementara ini IGD RSUD Kapuas hanya melayani pasien covid-19 dan PONEK saja.

"2 orang dokter IGD rumah sakit Kapuas sudah terkonfirmasi positif covid-19. Semua petugas medis, rekan sejawat seperti dokter, bidan, dan perawat di IGD itu kontak erat dengan dua orang positif itu dilakukan karantina mandiri," kata Direktur RSUD Kapuas, Agus Waluyo, Sabtu, 23 Mei 2020.

Ia menyebutkan, untuk dokter umum semuanya ada 14 orang, dan sekitar 40 perawat itu semua kontak erat dengan 2 dokter tersebut.

"Kami tidak bisa memberikan pelayanan optimal. Namun, untuk pelayanan covid-19 dan ponek tetap kami jalankan semaksimal mungkin. Pelayanan lainnya seperti poli hari ini masih buka dan pelayanan kegawatdaruratan akan kita upayakan berjalan seperti biasa," jelasnya.

Dia menuturkan, pihaknya sudah berusaha memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap semaksimal mungkin dari level 1 sampai dengan 3.

"Itu semua sudah kita terapkan, tapi nyatanya ada hal-hal di luar itu, sehingga membuat petugas kami yang terpapar," katanya.

Terkait itu, dia juga meminta ke depannya agar masyarakat dapat memberikan keterangan yang jelas saat berobat.

"Terkait pengalaman ini mari bersama memberikan informasi yang sejelas- jelasnya kepada tenaga medis kami, sehingga tidak terjadi hal hal tang tidak diinginkan seperti ini," pintanya.

Berkaitan dengan solusi dalam pelayanan, pihaknya pun kini masih menelusuri tenaga dokter atau medis lainnya yang belum ada kontak erat atau terpapar, sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kapuas untuk menyiapkan tenaga dokter.

"Untuk itu hari ini kita masih mencari tenaga dokter yang belum terpapar untuk melakukan dinas atau jaga di IGD, begitu pula perawat," katanya. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)

Berita Terbaru