Satgas Waspada Investasi Sebut Pinjaman Online Ilegal Sangat Rugikan Masyarakat

  • Oleh Testi Priscilla
  • 23 Mei 2020 - 20:00 WIB

BORNEONEWS, Raya - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Tongam L Tobing mengatakan, kegiatan pinjaman online ilegal sangat merugikan masyarakat karena beberapa alasan. Pihaknya sudah menemukan dan menghentikan 2.536 kegiatan pinjaman online ilegal sejak 2018.

"Pinjaman online ilegal ini sangat merugikan karena mengenakan bunga dan fee sangat tinggi, jangka waktu pinjaman singkat, dan diduga melakukan penyebaran data pribadi serta intimidasi pada saat peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman tepat waktu," kata Tongam kepada Borneonews, Sabtu, 23 Mei 2020.

Karena itulah, menurut Tongam, pihaknya bersama Kementerian Koperasi dan UKM melakukan penindakan pada 50 aplikasi Koperasi Simpan Pinjam yang melakukan penawaran pinjaman online ilegal yang kegiatannya tidak sesuai prinsip perkoperasian selama pandemi Covid-19 ini sejak awal 2020.

"Penindakan ini sangat diperlukan mengingat masih banyaknya pinjaman online ilegal yang beroperasi di tengah masyarakat yang saat ini sedang menurun pendapatannya akibat pandemi Covid–19," tegasnya.

Satgas Waspada Investasi secara berlanjut menurutnya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak dirugikan oleh pinjaman ilegal.

"Apabila masyarakat ingin meminjam secara online perhatikan kiat-kitanya. Jangan sampai sudah kesulitan karena masa pandemi Covid-19 ditambah terjebak dengan pinjaman ilegal yang memberatkan," pintanya. (TESTI PRISCILLA/m)

Berita Terbaru