Gagal Bertemu Jokowi, Pengojek Online Dipaksa Pulang Polisi

  • Oleh Teras.id
  • 23 Mei 2020 - 22:20 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Sopir ojek online bernama, Tori Turnajaya, akhirnya pulang ke rumahnya di Babelan Kota, Bekasi, Jawa Barat setelah berunjuk rasa seorang diri di depan Istana Negara, Sabtu siang, 23 Mei 2020.

Pria berusia 51 tahun ini datang ke Istana Negara dan membentangkan spanduk meminta keadilan kepada Presiden Joko Widodo karena motornya ditarik paksa oleh perusahaan pembiayaan.

"Saya dikepung polisi. Disuruh pulang," kata Tori saat dihubungi. Tori mengaku telah berusaha bertahan agar keluhannya didengarkan Presiden Jokowi.

Namun polisi terus memaksa dan memintanya kembali ke rumah. Awalnya, dia menceritakan, polisi yang mengepung tidak lagi meminta dirinya pulang. Namun tidak lama kemudian datang seorang petinggi polisi yang meminta Tori kembali ke rumah.

"Jenderal polisi datang menghampiri saya. Saya dikasih Rp 200.000 untuk ongkos pulang," tuturnya. Tori sempat beristirahat sejenak karena masih menjalani ibadah puasa.

Pria tiga anak ini pun pulang dengan berjalan kaki menuju rumahnya di RT 06 RW 01 Desa Babelan Kota. Ia mengatakan lebih memilih pulang dengan berjalan kaki karena uang yang diberikan polisi itu bakal digunakan untuk membeli baju lebaran ketiga anaknya.

"Sebab, anak saya nangis dari kemarin minta sama ibunya beli baju lebaran," ujarnya. Pria yang sudah 4 tahun mengemudi ojek online ini berharap pemerintah bisa memberikan keadilan bagi warga sepertinya.

Sebab, Tori mengaku motornya dirampas dengan cara paksa di tengah upaya untuk meminta kebijakan restrukturisasi.

Menurut Tori, motor tersebut merupakan mata pencarian utama untuk menghidupi keluarga. Ia menyatakan selama ini tidak pernah menunggak cicilan.

Tori mengaku telah mencicil motor selama 27 kali dari total 35 bulan angsuran. Per bulan ia mengangsur Rp 808.000.

"Selama ini saya selalu tertib. Keadaan memang seperti ini," ujarnya. "Mengapa tidak mengerti keadaan," katanya. (TERAS.ID)

Berita Terbaru