Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Halmahera Barat Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ini Strategi Kemendag Amankan Stok dan Harga Gula

  • Oleh Teras.id
  • 24 Mei 2020 - 17:40 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan antisipasi kelangkaan gula 2020 akibat menipisnya stok gula di dalam negeri. Antisipasi dilakukan melalui kebijakan  membuka kran impor yang diberikan Kemendag pada  November 2019 kepada empat perusahaan sebanyak 160.440 ton gula. 

“Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog melalui anak perusahaannya PT Gendhis Multi Manis (GMM) mendapatkan PI  pada  29 November 2019  dan 13 April 2020 dengan total impor gula sebesar  64.750 ton,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2020.

Ditegaskan Wisnu, Perum Bulog telah diberi tugas melakukan importasi GKP sebesar 50 ribu ton pada 7 April 2020. Bulog juga mendapatkan persetujuan pengalihan gula dari PT Sumber Mutiara Indah Perdana (SMIP) sebesar 20 ribu ton pada 13 Maret 2020. 

“Dengan demikian secara keseluruhan Perum Bulog mendapat sebesar 134.750 ton dan telah direalisasikan sebesar 75.350 ton,” kata Wisnu.

Menurut Wisnu, kurangnya pasokan gula kristal putih pada saat ini terutama disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, produksi gula dalam negeri tahun 2019 yang tidak sesuai dengan perkiraan. Akibatnya hasil produksi dalam negeri yang seharusnya cukup sampai Maret 2020 ternyata hanya cukup sampai Februari 2020. Hal ini ditandai dengan mulai naiknya harga gula di tingkat konsumen. 

Kedua, bergesernya musim giling tebu yang umumnya dimulai April mundur menjadi akhir Juni dan kemungkinan adanya penurunan produksi gula dalam negeri akibat perubahan iklim. 

Ketiga, belum maksimalnya realisasi impor oleh pabrik gula berbasis tebu rakyat yang mendapat izin impor karena terjadinya pandemi Covid-19 di beberapa negara asal impor seperti India, Thailand dan Australia. 

“Negara-negara tersebut menerapkan lockdown dalam menekan penyebaran corona sehingga mengakibatkan terhambatnya logistik dan transportasi kapal pengangkut serta adanya pengalihan negara asal impor ke negara lain yang dilakukan oleh importir seperti ke Brazil dan beberapa negara di Afrika dengan konsekuensi waktu tempuh untuk importasi yang lebih lama,” jelasnya.

Kegiatan importasi baru mulai masuk secara bertahap pada April sampai dengan Juni 2020. 

“Hal  ini memberikan dampak langsung terhadap pemenuhan gula kristal putih sehingga mengurangi pasokan kepada masyarakat pada bulan-bulan tersebut,” terangnya. 

Berita Terbaru