Dosen UPR Kirim Surat Terbuka untuk Pemerintah Soal Pandemi Covid-19

  • Oleh Testi Priscilla
  • 25 Mei 2020 - 13:35 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Palangka Raya (UPR) Darmae Nasir membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Tengah, Bupati dan Wali Kota, Wakil Bupati dan Wali Kota, Tim Gugus Tugas Covid-19, serta para Anggota DPRD di Seluruh Kalimantan Tengah.

"Surat terbuka tersebut saya buat dengag tanggung jawab pribadi saya tidak melibatkan institusi dimana saya bekerja," kata Darmae saat dikonfirmasi Borneonews pada Senin, 25 Mei 2020.

Menurut Kepala UPT Laboratorium Lahan Gambut CIMTROP, Universitas Palangka Raya ini, dirinya membuat surat terbuka ini sesuai dengan bidang pendidikannya pada ekonomi dan bisnis dengan harapan dapat diterima sebagai saran dan masukkan, bukannya kritik untuk menjatuhkan.

"PSBB di Palangka Raya yang dilaksanakan dalam dua minggu telah berakhir pada tanggal 24 Mei 2020," tambah Darmae.

Dirinya mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu disikapi dari PSBB ini, salah satunya karena pada tanggal 22 Mei menurutnya Wakil Wali Kota Palangka Raya, Hj Umi Mastikah menyatakan bahwa PSBB di Kota Palangka Raya tidak akan diteruskan akan tetapi diteruskan dengan kebijakan lainnya yang nampaknya akan berfokus pada arus lalu lintas orang dan barang dengan fokus perhatian utama adalah di pasar.

"Saya memahami kebijakan ini sebagai sebuah kebijakan jalan tengah antara masalah kesehatan dan perekonomian," tuturnya.

Namun demikian, lanjutnya, pada tanggal 23 Mei keluar surat dari Gubernur Kalimantan Tengah yang ditujukan kepada Wali Kota Palangka Raya untuk mempertimbangkan kembali rencana untuk mengakhiri PSBB di Kota Palangka Raya karena bukti penularan justeru semakin naik, dan sesuatu yang menggegerkan adalah berjangkit pada pedagang di pasar Besar Palangka Raya.

"Namun sebenarnya hal ini bukan sesuatu yang mengejutkan karena semenjak awal penyakit ini mewabah, kita ketahui berjangkit di Wuhan, Cina adalah dari Pasar. Ini sangat bisa dimaklumi karena Pasar adalah
tempat dimana orang berkumpul atau bertemu yang dalam ilmu ekonomi didifinisikan sebagai tempat bertemunya penawaran dan penerimaan, alias penjual dan pembeli," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru