Tolak Tawaran Damai, Kelompok Tani Hapakat Bersama Minta Sidang Tetap Berlanjut

  • Oleh Naco
  • 25 Mei 2020 - 13:45 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kelompok Tani Hapakat Bersama, melalui kuasa hukumnya Burhansyah selaku terlawan menolak ajakan berdamai atas perlawanan yang diajukan H Ihak dan 9 rekannya.

"Kita minta sidang perlawanan agar tetap berlanjut. Kami menolak untuk berdamai, pada sidang pekan lalu," ucap Burhansyah, Senin,. 25 Mei 2020.

Menurut Burhansyah, hakim yang memimpin sidang Ega Shaktiana menyatakan proses perdamaian itu gagal. Sehingga perlawanan itu akan dilanjutkan pada agenda pembuktian.

Dalam kasus ini ada 10 orang yang mengajukan perlawanan. Di antaranya pelawan dalam kasus ini H Ihak Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, serta pemilik lahan lainnya M Guntur, Hartoyo, Sutirah, Sunadi, Rini Windari, Fatmi Juwaida, Fitriah, Waren dan Marliana Indar dengan terlawan Ketua Kelompok Tani Hapakat Bersama Rantau Sepan.

Dalam isi perlawananan itu pelawan mengajukan keberatan atas sita lahan yang diklaim milik mereka  dan menuntut ganti rugi. Seperti Guntur mengajukan tuntutan materil dan inmateril Rp 1,5 miliar, Hartoyo Rp 1,25 miliar, Sutirah R 2 miliar, Sunadi Rp 1,5 miliar, Rini Windari Rp 1,5 miliar, Fatmi Juwaida Rp 1,5 miliar, Fitriah Rp 1,5 miliar, Waren Rp 2 miliar, Marliana Indar Rp 1,4 miliar dan Ihak Rp 13,2 miliar.

Sebelumnya Kelompok Tani Hapakat Bersama yang diketuai oleh Rantau Sepan menang atas Ihak secara perdata atas tanah dengan luas 62 hektare setelah melalui proses ditingkat Pengadilan Negeri Sampit, Pengadilan Tinggi hingga Mahkamah Agung hingga berkekuatan hukum tetap

Lahan itu berlokasi di kawasan lingkar utara, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim. Pengadilan Negeri Sampit melakukan sita eksekusi setelah Kelompok Tani Hapakat Bersama menang dalam gugatan lahan seluas 62 hektare beberapa waktu lalu.

Burhansyah berkeyakinan akan menang atas perlawanan itu. Karena modal mereka putusan perdata yang sudah berkekuatan hukum tetap. "Kita akan buktikan kalau itu memang lahan kita. Kita akan ajukan bukti-bukti kami nanti," tandasnya. (NACO/B-5)

Berita Terbaru