OJK Lakukan Serangkaian Tindak Pengawasan untuk Dukung Industri Jasa Keuangan

  • Oleh Testi Priscilla
  • 25 Mei 2020 - 18:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy, mengatakan OJK akan melakukan serangkaian tindakan pengawasan dan pengenaan sanksi untuk mendukung Industri Jasa Keuangan tumbuh sehat dan berkontribusi terhadap perekonomian.

"Perbankan yang kantor pusatnya ada di Kalimantan Tengah ada 6 Bank Perkreditan Rakyat, 1 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah, dan 1 Bank Umum. Sementara yang merupakan kantor cabang dan kantor cabang pembantu ada 18 Bank Umum dan 2 Bank Umum Syariah," kata Otto, Senin, 25 Mei 2020.

"Pengawasan dan perizinannya dalam 10 Fit and Proper Test, ada 8 yang lulus dan 2 tidak lulus. Sementara 19 perizinan jaringan kantor bank umum," sambungnya.

Sementara untuk pasar modal, yang jaringan kantornya ada di Kalimantan Tengah ada 1 kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia, 2 Perusahaan Efek, dan 15 Agen Penjual Efek Reksa Dana atau APERD. Yang sedang dalam pengawasan dan perizinan ada 1 pemeriksaan APERD.

"Industri Keuangan Non Bank, yang berkantor pusat di Kalteng ada 1 perusahaan penjaminan, 1 dana pensiun, 1 modal ventura, dan 1 lembaga keuangan mikro," tuturnya.

Dan yang merupakan kantor cabang dan kantor pemasaran ada 1 perusahaan pembiayaan, 1 perusahaan asuransi, dan 2 BPJS.

"Semuanya itu diawasi di bawah kewenangan OJK demi kepentingan masyarakat luas," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru