Anies Baswedan Ingatkan Tanpa Izin Tak Bisa Masuk Jakarta

  • Oleh Teras.id
  • 25 Mei 2020 - 17:55 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menegaskan bahwa orang yang balik ke Jakarta pascamudik lebaran akan dipersulit untuk menekan penularan wabah Covid-19.

"Bila Anda berencana ke Jakarta dan tidak memiliki ketentuan maka tunda dulu keberangkatannya, karena jika Anda memaksakan justru nanti Anda akan mengalami kesulitan di perjalanan," ujarnya dalam konferensi pers daring di BNPB, Senin 25 Mei 2020.

Anies menyebutkan akan menjalankan hal tersebut dengan tegas dan ketat melalui pengawasan di perbatasan-perbatasan dan di titik-titik pemeriksaan masuk-keluar Jakarta. Bagi yang tidak memiliki surat izin tidak akan diperkenankan untuk melintas dan diminta kembali ke tempat masing-masing.

Anies menyatakan sejak pertengahan bulan Ramadan lalu, pemerintah DKI telah mengingatkan untuk tetap di Jakarta dan tidak mudik, karena saat kembali ke Jakarta tidak akan bisa dalam waktu cepat.

Anies mengatakan saat ini kasus Covid-19 di Jakarta menunjukkan perkembangan yang siginifikan. Berdasarkan temuan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI tentang reproduction number atau angka penularan Covid- 19 di Jakarta sejak Maret terus menurun hampir menyentuh angka 1.

Hal tersebut kata Anies, merupakan hasil kerja keras seluruh kalangan di Jakarta yang telah berusaha tidak bepergian dan tetap di rumah sehingga bisa menekan angka penularan Covid-19.

"Jika ini terus turun, maka sesudah PSBB tanggal 4 kita bisa melakukan transisi menuju normal baru," ujarnya.

Namun, kata Anies, di hari-hari ke depan di masa akhir PSBB dihadapi dengan mudik dan arus balik Lebaran sehingga perlu diatur kriteria berpergian, termasuk yang ingin masuk ke Jakarta harus sesuai kriteria dan 11 sektor yang diizinkan.

"Ini dilakukan agar kerja keras puluhan juta orang di Jakarta di Jabodetabek selama dua bulan lebih menjaga dan menurunkan Covid, kita tidak ingin kerja keras kita batal karena muncul gelombang baru penularan Covid 19, jika itu terjadi yang menderita adalah kita semua," ujarnya.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru