Kiat Atasi Krisis Ekonomi Akibat Covid-19, Ini Kata Pebisnis

  • Oleh Teras.id
  • 26 Mei 2020 - 07:45 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Dua praktisi dunia usaha mendesak pemerintah mencari solusi yang tepat dan cepat  mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pemulihan ekonomi akan semakin berat, kalau tidak ada kebijakan yang seimbang.

Pengusaha sekaligus mantan Menteri Perindustrian Mohammad Suleman Hidayat menilai kunci mengatasi dampak-dampak negatif pandemi Covid-19 terletak pada cara pandang pemerintah. Hidayat menyarankan pemerintah tidak lagi memisah-misahkan kebijakan untuk bidang ekonomi dan kesehatan.

"Saya termasuk orang yang tidak bisa menganggap kesehatan di atas ekonomi. Karena keduanya berkaitan," ujarnya dalam acara diskusi daring dengan Kadin Jawa Barat, Senin (25/5/2020) malam.

Kemudian, bila cara pandang itu sudah bisa dikuasai, perlu pula keberanian untuk mengambil tindakan-tindakan di luar batas nalar. “Apalagi pandemi Covid-19 memukul sisi suplai dan permintaan sekaligus,” katanya.

Dia mengaku belum pernah mengalami krisis yang menyerang dua sisi sekaligus layaknya pandemi Covid-19. "Situasinya, ini adalah krisis yang extraordinary, yang abnormal. Kalau ada sesuatu yang abnormal, mungkin antisipasinya juga bukan cara yang normal. Jadi jika kita melakukan dengan cara biasa, tidak sejalan dengan hal yang harus diantisipasi," katanya.

Pendapat yang sama diutamakan Pendiri Yayasan Komatsu Bandung Kohar Amatsunaga. Selain terpisah-pisah, Kohar memandang sampai sekarang pemerintah tidak menyikapi dampak ekonomi dan kesehatan belum seimbang.

"Kalau kemarin bobotnya lebih berat pada kesehatan, walaupun presiden juga moderat, sekarang harus dievaluasi. Karena mulai terlihat kita ini dampak ekonominya lebih dahsyat sekali," katanya. 

Dari aspek perekonomian, selain kontraksi ekonomi, Bank Dunia memproyeksikan rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) membengkak menjadi 31,4 persen . Sedangkan dari aspek kesehatan sejauh ini pandemi Covid-19 telah menjangkit 22.750 orang lebih di Indonesia. 5.642 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 1.391 orang telah meninggal. (TERAS.ID)

Berita Terbaru