Ini Alasan Harga Ayam Capai Rp 80.000 di Palangka Raya

  • Oleh Testi Priscilla
  • 27 Mei 2020 - 17:56 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Unit Pelaksanan Teknis Daerah Rumah Potong Hewan atau UPTD-RPH Palangka Raya milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, drh Ganjar Priyatno menyampaikan alasan kenapa hari ini, Rabu, 27 Mei 2020 terjadi kelangkaan daging ayam ras disertai harganya yang mencapai Rp 80.000 per kilo gram.

"Harga ayam hari ini melonjak begitu tajam sampai Rp80.000 per Kg bukan karena kelangkaan stok tetapi karena adanya sedikit hambatan pada jalur distribusi dari kandang ke pemotong yang melewati Pos Pantau Covid-19," kata drh Ganjar kepada Borneonews, Rabu, 27 Mei 2020.

Pada jalur distribusi dipersyaratkan bahwa siapapun yang melintas harus membawa surat bebas Covid-19, termasuk para supir angkutan bahan pangan.

"Kemarin para pengusaha ayam di Kota Palangka Raya melaksanakan uji Covid-19 mandiri dan hasil dari uji tersebut baru keluar hari ini sehingga kemarin pengusaha ayam tidak berani beroperasi untuk mengambil ayam di kandang," jelasnya.

Karena itulah hari ini tidak ada daging ayam yang sampai ke para penjual disejumlah pasar di Kota Palangka Raya.

"Hari ini sudah mulai berjalan lagi namun yang dari Banjarmasin masih keberatan untuk uji covid-19 sehingga kemungkinan besar pasokan ayam dari Banjarmasin masih terhambat," jelas drh Ganjar lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)

Berita Terbaru