Ini Kebijakan Relaksasi Lanjutan untuk Bank Konvensional dan Syariah

  • Oleh Testi Priscilla
  • 28 Mei 2020 - 13:20 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Komisioner Humas Dan Logistik, Anto Prabowo mengatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan atau OJK kembali mengeluarkan kebijakan lanjutan dengan merelaksasi ketentuan di sektor perbankan umum konvensional dan bank umum syariah.

"Kredit atau pembiayaan yang direstrukturisasi sesuai POJK Stimulus Covid-19 dilaporkan dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK dengan kolom Kode Sifat Kredit atau Pembiayaan diisi '1 = Kredit atau Pembiayaan yang Direstrukturisasi' dan kolom Keterangan diisi 'Covid-19', itu aturan pertama," kata Anto pada Kamis, 28 Mei 2020.

Kedua, lanjutnya, Perlakuan Kredit atau Pembiayaan Restrukturisasi sesuai POJK Stimulus dikecualikan dari perhitungan aset berkualitas rendah atau Loan at Risk dalam penilaian tingkat kesehatan bank.

"Dan yang ketiga aturan tentang Governance Persetujuan Kredit atau Pembiayaan Restrukturisasi sesuai POJK Stimulus Covid-19," sebutnya.

Dijelaskannya, yakni untuk mempercepat proses persetujuan kredit restrukturisasi yang mengacu pada POJK stimulus Covid-19.

"Untuk menghindari penumpukan apabila mekanisme persetujuan harus dilakukan oleh pejabat yang lebih tinggi, maka perbankan dapat melakukan persetujuan restrukturisasi kredit dengan beberapa alternatif governance dengan tetap memperhatikan prinsip obyektivitas, independensi, menghindari benturan kepentingan serta kewajaran," terangnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru