Ini Kata Anggota Dewan Soal Pangan yang Datang dari Luar ke Palangka Raya

  • Oleh Testi Priscilla
  • 28 Mei 2020 - 13:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi B DPRD Palangka Raya, Ruselita berkomentar mengenai pasokan pangan yang datang dari luar daerah Kalteng menuju Kota Palangka Raya. 

"Memang tersiar kabar jika pemasok ayam potong dari Kalsel memboikot pasokan ayam ke daerah Kalteng khususnya Palangka Raya karena adanya penjagaan ketat di lintas batas. Tidak bisa kita salahkan juga para penjaga karena itu merupakan upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 masuk ke Kota Palangka Raya," kata Ruselita pada Kamis, 28 Mei 2020.

Terutama orang ataupun transportasi yang datang dari Kalsel, lanjut Ruselita, yang sampai saat ini di provinsi tersebut juga mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup cepat.

"Kalaupun untuk bisa masuk ke Kota Palangka Raya, travel maupun armada pemasok logistik seperti pendistribusian ayam potong, harus menyertakan surat bebas covid-19 yang untuk mendapatkannya tidak kecil juga biayanya," tuturnya.

Namun kenyataannya, lanjut Ruselita, Dishub Kota Palangka Raya mendapati para sopir angkutan sembako sudah kooperatif mengikuti aturan.

"Kalau menurut Dishub sebenarnya para sopir itu kooperatif saja mengikuti aturan tersebut. Jadi tidak ada masalah sebenarnya. Kita tidak tahu apa yang terjadi kemarin sehingga harga ayam begitu mahal tapi sekarang stoknya sudah kembali normal," tuturnya lagi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan menepis tudingan bahwa kenaikan harga daging ayam potong di kota setempat terjadi karena hambatan distribusi di perbatasan Sebangau.

Dia mengatakan bahwa pada 27 Mei 2020 tim Stop Covid-19 Posko Lintas Batas Kecamatan Sebangau telah meloloskan 86 truk maupun pikup pengangkut ayam potong memasuki Palangka Raya. Semua kooperatif melengkapi diri dengan surat keterangan sehat Covid-19 atau hasil rapid test.

"85 persen hari ketiga setelah lebaran sopir dari arah luar Palangka Raya telah membekali diri dengan surat bebas covid-19," kata Alman. (TESTI PRISCILLA/B-7)

Berita Terbaru