Anggota Komisi B Sarankan Peternak Lokal Mulai Berbenah

  • Oleh Testi Priscilla
  • 28 Mei 2020 - 14:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi B DPRD Palangka Raya, Ruselita mengatakan ketiadaan pasokan daging ayam ras seperti yang terjadi pada Rabu, 27 Mei 2020 harus dijadikan pembelajaran bagi peternak lokal untuk mulai berbenah dan menata pola peternakan.

"Kita baru merasakan di masa pandemi seperti saat ini bahwa distribusi sembako, termasuk daging dan sebagainya jika berbenturan dengan peraturan untuk masuk ke wilayah kita. Akibatnya timbul kelangkaan," kata Ruselita, Kamis, 28 Mei 2020.

Jika peraturan tidak diterapkan, lanjutnya, maka akan berdampak pada peningkatan kasus Covid-19. Namun ketika diterapkan, berdampak pada terlambatnya pasokan pasokan ayam.

"Dengan kondisi ini lebih baik kalau para peternak ayam potong yang ada di Kota Palangka Raya untuk mulai menata dengan baik budidaya ternak ayam," tuturnya.

Paling tidak, lanjutnya, untuk bisa menutupi segala kekurangan ketika pasokan terkendala.

"Dengan begitu harga ayam yang dijual di pasaran akan stabil," katanya lagi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan menepis tudingan kenaikan harga daging ayam potong di kota setempat terjadi karena hambatan distribusi di perbatasan Sebangau.

Dia mengatakan, pada 27 Mei 2020 tim Stop Covid-19 Posko Lintas Batas Kecamatan Sebangau telah meloloskan 86 truk maupun pikup pengangkut ayam potong memasuki Palangka Raya. Semua kooperatif melengkapi diri dengan surat keterangan sehat Covid-19 atau hasil rapid test.

"85 persen hari ketiga setelah lebaran sopir dari arah luar Palangka Raya telah membekali diri dengan surat bebas covid-19," kata Alman. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru