Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Pandemi Covid-19

  • Oleh Testi Priscilla
  • 29 Mei 2020 - 16:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan memperhatikan dampak pandemi Covid-19 yang relatif mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan, meskipun dari berbagai indikator dan profil risiko, kondisi stabilitas sistem keuangan sampai saat ini tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang positif.

"Hingga akhir bulan Mei 2020 ini kondisi stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dengan kinerja intermediasi yang positif," kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik, Anto Prabowo pada Jumat, 29 Mei 2020.

Di sisi lain, menyikapi kondisi 'new normal' yang mulai berlaku di berbagai negara, OJK melihat adanya kesempatan bagi sektor riil di Tanah Air dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan kapasitas ekspornya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Hal ini juga didukung ketersediaan likuiditas dan aspek permodalan yang cukup di perbankan saat ini," tutur Anto lagi.

Dalam upaya memitigasi dampak pelemahan ekonomi dan menjaga ruang untuk peran intermediasi sektor jasa keuangan, menurutnya OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan stimulus lanjutan yang telah disampaikan OJK pada hari Rabu lalu.

"Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan April 2020 tumbuh sejalan dengan perlambatan ekonomi. Begitu pula yang terjadi hingga bulan Mei ini," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)

Berita Terbaru