Kondisi Sektor Jasa Keuangan Jelang New Normal Stabil

  • Oleh Testi Priscilla
  • 29 Mei 2020 - 18:01 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Jelang penerapan new normal disejumlah daerah di Indonesia dan di tengah pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan mengatakan bahwa sektor jasa keuangan dalam kondisi stabil.

"Sampai 26 Mei 2020, penghimpunan dana melalui pasar modal tercatat mencapai Rp32,6 triliun dengan 22 emiten baru. Di dalam pipeline telah terdapat 67 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp31,6 triliun," kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik, Anto Prabowo, Jumat, 29 Mei 2020.

Sementara itu kredit perbankan tumbuh 5,73 persen yoy, sementara piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh 0,8 persen yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh 8,08 persen yoy. Pada April 2020, industri asuransi berhasil menghimpun pertambahan premi Rp15,7 triliun.

"Profil risiko lembaga jasa keuangan pada April 2020 masih terjaga pada level yang terkendali dengan rasio NPL gross tercatat 2,89 persen dengan NPL net bank umum konvensional 1,09 persen dan rasio NPF 3,25 persen," jelasnya.

Kemudian risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level yang rendah terlihat dari rasio posisi devisa neto 1,62 persen, jauh di bawah ambang batas ketentuan 20 persen.

"Dengan kata lain, semuanya masih dalam keadaan normal dan stabil," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)

Berita Terbaru