Pemko Palangka Raya Diminta Bantu Kebutuhan Pesantren Selama New Normal

  • Oleh Rokim
  • 29 Mei 2020 - 16:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah telah menetapkan new normal berlaku mulai 2 Juni 2020. Semua aktivitas masyarakat akan berjalan normal, tapi tetap mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19.

Dibidang pendidikan, khususnya pesantren juga akan mengikuti new normal. Jadi aktivitas belajar dan mengajar dipastikan akan dilakukan seperti sedia kala.

Namun yang jadi soal, sarana dan prasarana pendidikan di pesantren belum memadai untuk bisa mengikuti anjuran pemerintah selama masa new normal Covid-19.

Oleh karena itu Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Rusdianysah meminta kepada pemerintah kota (Pemko) agar membantu kebutuhan pesantren selama new normal.

Politisi PKB ini menyebut saat ini kondisi sarana dan prasarana pesantren sebagain besar belum memenuhi standar kesehatan, terlebih protokol Covid-19 untuk menjalankan konsep new normal.

Kebutuhan yang dimaksud meliputi pusat kesehatan pesantren, sarana MKC, wastafel potable dan penyemprotan disinfektan, APD, alat rapid test, hand sanitizer, masker, kebutuhan penambahan ruangan untuk karantina, isolasi mandiri, ruang asrama, dan ruang kelas untuk memenuhi standar penerapan physical distancing.

Kondisi ini menurutnya harus segera diatasi, ditangani, dan dicarikan solusinya oleh pemerintah pusat dan daerah.

"Bila dibiarkan tanpa ada intervensi dan bantuan nyata dari pemerintah, maka pesantren dengan segala potensinya akan menjadi masalah besar bagi bangsa ini," ucap anggota dewan 2 periode ini.

Rusdianysah mengatakan jadi pemerintah harus memberikan bantuan nyata kepada pesantren dalam bentuk, alat rapid test dan pelaksanaan swab massal untuk seluruh kiai dan para santri.

Bantuan lainnya bisa berupa pemenuhan kebutuhan pangan dan ekonomi pesantren untuk santri yang kembali ke pesantren minimal 14 hari (mengikuti ketentuan isolasi mandiri).

Berita Terbaru