Keluarga Korban Meninggal di Gunung Mas Keberatan Munculnya Surat Kematian Suspect Covid-19

  • Oleh Parlin Tambunan
  • 29 Mei 2020 - 16:40 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Muhammad Sahrun, keluarga dari almarhum Rusmadiansyah (40) keberatan atas munculnya surat kematian dari RSUD Kuala Kurun yang salah satu poinnya menyebutkan korban meninggal karena suspect Covid-19. 

"Kami keberatan atas hasil surat keterangan kematian dari Rumah Sakit di Gumas yang menyatakan adik ipar saya itu meninggal, salah satunya diakibatkan suspec Covid-19," kata Muhammad Sahrun.

Menurut laki-laki yang juga Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kota Palangka Raya itu, pihak rumah sakit di Kabupaten Gumas terlalu cepat dalam mengambil suatu keputusan. Oleh sebab itu, dia mengaku kecewa dan keberatan. Pihak keluarga korban juga berenca mengambil langkah hukum.

"Kami akan menuntut secara hukum. Kok bisa-bisanya mereka belum sempurna melakukan diagnosa atau cek laboratorium, ada sebuah pernyataan dari dokter lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kuala Kurun, Rusni D Mahar melalui Kabid Keperawatan, Ramat Tambun pada Jumat, 29 Mei 2020 mengatakan, tidak ada yang salah dalam pemulasaraan hingga mengeluarkan surat keterangan kematian dengan Nomor: 009/109/IGDRSUD KK/V/2020. Semua, kata dia, sudah dilakukan sesuai standar atau protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Seperti diberitakan, Rusmadiansyah ditemukan meninggal dunia secara mendadak di Pasar Lama Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas tepatnya di jalan menuju lanting atau jamban pada Rabu, 27 Mei 2020. Almarhum merupakan seorang pedagang ikan, warga Jalan Pantai Cemara Labat, Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya. (PARLIN/B-7)

Berita Terbaru