Dinas Pertanian Barito Timur Pantau Harga Daging Ayam

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 29 Mei 2020 - 19:20 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pertanian Barito Timur Bidang Peternakan memantau dan melakukan pengawasan harga daging ayam di Pasar Tamiang Layang, Jumat 29 Mei 2020.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi spekulan yang sengaja menaikkan harga diluar kewajaran karena isu harga daging ayam yang mencapai harga Rp 80 ribu per ekor di Palangka Raya.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Pertanian Barito Timur, Nazma Amalia yang memimpin pemantauan dan pengawasan menjelaskan harga ayam pedaging di Pasar Tamiang Layang saat ini berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per ekor.

"Kenaikannya mulai dua hari sebelum lebaran, dan hingga sekarang belum turun," ungkap Nazma di Pasar Tamiang Layang, Jumat 29 Mei 2020.

Menurutnya, harga normal ayam pedaging berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per ekor.


"Kalau harga daging ayam petelur Rp 50 ribu per ekor dan ayam kampung 80 ribu per ekor. Meski harga naik, pedagang mengaku omsetnya turun karena banyak warung makan yang tutup," lanjutnya.

Selain memantau harga daging ayam Dinas Pertanian juga melakukan pembinaan kepada penjual daging ditempat itu agar dapat menjaga kebersihan peralatan untuk berjualan seperti pisau, talenan, maupun lapak. Mereka juga diingatkan agar menggunakan air yang bersih saat mencuci daging maupun peralatan.

Menanggapi hasil pantauan harga daging ayam di Pasar Tamiang Layang, Kepala Dinas Pertanian Barito Timur, Riza Rahmadi menilai kenaikan harga masih dalam batas wajar.

"Namun saya mengingatkan peternak ayam maupun pedagang di pasar agar tidak memanfaatkan isu kenaikan harga daging ayam dari luar daerah dan berspekulasi menaikkan harga daging ayam disini untuk meraup untuk yang besar," tegasnya. (BOLE MALO/B-5) 

Berita Terbaru