Pemkab Kotim Harus Realistis Melihat Kondisi Ekonomi Saat Ini

  • Oleh Naco
  • 30 Mei 2020 - 09:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur harus realistis melihat kondisi perekonomian daerah ini yang babak belur terdampak pandemi Covid-19.

Anggota Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah mengatakan, saat ini tidak sedikit masyarakat yang terkena PHK akibat perusahaan yang tidak lagi sanggup menanggung gaji karyawannya. Seperti usaha rumah makan, kafe, traveling agent, pariwisata dan usaha lain. Bahkan sebagian ada yang akhirnya gulung tikar akibat Covid-19.

"Ini juga mungkin yang melatarbelakangi pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan New Normal karena negara tak mampu bertahan lebih lama melihat dampak ekonomi merosot tajam," kata Riskon, Sabtu, 30 Mei 2020.

Oleh karena itu, kata dia, bupati harus secepatnya mengambil langkah-langkah inovasi agar roda perekonomian masyarakat bisa berputar kembali.

Seperti melakukan cara sosialiasi penggunaan masker dan sarung tangan serta memperbolehkan kembali masyarakat membuka usahanya yang tutup akibat Covid-19.

"Di Kotim saya perkirakan kondisi ekonomi masyarakat kita tak akan mampu bertahan lebih dari 3 bulan lagi. Bila lebih dari tiga bulan, maka akan ada dampak sosial yang signifikan," tegasnya

Menurut dia, denyut perekonomian masyarakat bisa kembali normal, tetapi jangan juga melupakan SOP tentang physical distancing. Karena spirit kebijakan New Normal yang mengharuskan masyarakat kedepan untuk tetap beraktifitas atau bekerja berdampingan dengan Covid-19. (NACO/m)

Anggota DPRD Kotim Riskon Fabiansyah.

Berita Terbaru