Mendag Siapkan 5 Fase New Normal Sektor Perdagangan

  • Oleh Teras.id
  • 30 Mei 2020 - 12:30 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mengembalikan roda perekonomian telah menyiapkan lima fase era new normal atau kenormalan baru di sektor perdagangan.

“Tahapan tersebut terdiri dari lima fase dengan persyaratan yang berbeda tergantung tingkat kerentanan terhadap potensi penyebaran Covid-19,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melalui pernyataan tertulis, Jumat  29 Mei 2020.

Adapun kelima fase new normal tersebut merupakan exit strategy Covid-19 yang menjadi tahapan pembukaan sarana-sarana perdagangan mulai dari pusat perbelanjaan seperti mal, pasar tradisional, toko swalayan, toko alat kesehatan. Kemudian dilanjutkan dengan restoran atau rumah makan, salon, sarana hiburan, dan pariwisata.

Dalam penerapan pembukaan aktivitas perdagangan khususnya di tempat-tempat usaha, kata Agus, akan mulai dilaksanakan pada Juni 2020.  Namun untuk menjalankan hal tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pengawasan serta evaluasi secara menyeluruh.

Untuk fase pertama lebih dikhususkan bagi pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Jika telah dibuka kembali, kata Agus, maka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian setiap pekan, pihaknya akan mengevaluasi mengenai dampak dan kemanfaatannya.

"Jadi fase pertama akan (dibuka) mulai satu pekan di awal minggu pertama Juni," ucapnya.

Selain membuka sektor perdagangan secara bertahap, menurut Agus,  lima fase ini juga mengatur penerapan protokol kesehatan, pembatasan jam dan kapasitas operasional, pengaturan jumlah kunjungan dan pembatasan waktu sirkulasi pengunjung, serta penyusunan SOP di tempat-tempat kegiatan perdagangan melalui mitigasi risiko.

Pemberlakuan setiap fase, kata Agus, juga sangat tergantung pada kondisi di setiap daerah atau wilayah. Hal itu diukur berdasarkan beberapa parameter, mulai dari tingkat penularan di wilayah kegiatan, tingkat kedisiplinan masyarakat dan pelaku usaha, serta kesiapan Tim Evaluasi dan Pengawasan yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Covid-19 pusat dan daerah serta Pemerintah Daerah.

Untuk pembukaan aktivitas perdagangan dapat dilaksanakan di daerah atau wilayah zona hijau dengan angka reproduksi virus kategori Rt < 1. Saat ini ada sekitar lebih dari 100 daerah zona hijau yang tersebar di delapan provinsi, mulai dari Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jambi, DKI Jakarta,Bali, dan Kepulauan Riau.

Agus mengatakan, kondisi tersebut bisa bertambah atau berkurang tergantung tingkat kepatuhan dari seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Adapun evaluasi dan penentuan status wilayah tersebut ditetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemerintah Daerah setempat.

Berita Terbaru