Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Jember Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pemkab Kotim Harus Perhatikan Kebutuhan Pesantren Jelang New Normal

  • Oleh Naco
  • 30 Mei 2020 - 19:10 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi PKB DPRD Kotawaringin Timur, M.Abadi meminta Pemkab Kotim segera menyiapkan skema new normal, khusus untuk pesantren dan memastikan para santri bisa segera kembali mondok dan belajar dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Langkah ini bisa berupa menyiapkan sarana dan prasana pesantren agar sesuai dengan protokol kesehatan, menyiapkan test massal, menyiapkan ketahanan ekonomi pesantren,” katanya, Sabtu, 30 Mei 2020.

Anggota dewan dari Dapil 5 itu juga mendesak agar pemerintah tidak ragu mengalokasikan anggaran khusus untuk menunjang pembukaan kembali pesantren.

“Sampai saat ini vaksin corona belum ditemukan maka pilihannya pesantren harus mau berdampingan dengan wabah ini, namun dengan memperhatikan protokol kesehatan,” ucapnya.

Menurutnya banyak pondok pesantren di Kotim dan ribuan santri yang mondok berharap agar kegiatan belajar mengajar bisa segera dimulai seperti biasa.

“Hal ini harus disikapi dengan baik karena menghidupi pesantren juga menyelamatkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Senada diungkapkan Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kotim, Bima Santoso. Di menjelaskan kondisi ini harus segera diantisipasi oleh Pemkab Kotawaringin Timur.

Karena jika konsep new normal diterapkan maka perlu intervensi Pemkab Kotim untuk mengalokasikan anggaran sebagai bentuk bantuan nyata.

“Karena pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya dengan segala potensinya akan menjadi problem besar jika new normal diterapkan tapi kondisinya kita tidak siap,” tegasnya.

Dia mengakui kondisi sarana dan prasana pesantren saat ini sebagian besar belum memenuhi standar kesehatan, terlebih dalam pelaksanaan protokol kesehatan serta konsep new normal.

Seperti kekurangan pada pusat kesehatan pesantren beserta tenaga dan alat medianya, sarana MCK yang belum standar, ketiadaan wastafel portable maupun penyemprotan desinfektan, APD, alat rapid test, hand sanitizer dan masker.

“Tentu kami meminta kepada Pemkab Kotawaringin Timur agar bisa memberikan perhatian lebih untuk pelaksanaan proses belajar mengajar di pondok pesantren dalam masa new normal nanti,” pungkasnya. (NACO/B-6)

Berita Terbaru