Garuda Batalkan Persiapan 16 Pesawat Khusus Penerbangan Haji

  • Oleh Teras.id
  • 02 Juni 2020 - 21:10 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah menyiapkan 16 pesawat untuk penerbangan haji 2020. Namun, penerbangan khusus itu harus dibatalkan lantaran pemerintah berencana menunda pelaksaaan ibadah haji tahun ini karena virus corona.

"Persiapan yang sudah kami lakukan ya dibatalkan," tutur Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra kepada Tempo, Selasa, 2 Juni 2020.

Adapun armada yang telah disiapkan sebelumnya merupakan pesawat berbadan lebar tipe Boeing 777 dan Airbus. Kendati begitu, Irfan memastikan perusahaan belum mengeluarkan dana, seperti untuk biaya uang muka.

Lebih lanjut, Irfan memastikan perseroannya akan mengikuti instruksi dari pemerintah. "Kami ikut pemerintah," ucapnya.

Pada 2019, Garuda Indonesia dan anak perusahaannya mengangkut 111.071 jemaah haji Indonesia. Seluruh jemaah itu diterbangkan menggunakan 14 armada secara bertahap.

Kementerian Agama sebelumnya membuka opsi pembatalan ibadah haji pada hari ini, 2 Juni 2020. Menteri Agama Fahcrul Razi mengatakan pandemi ini berdampak pada semua aspek sosial keagamaan.

Kementerian lalu membentuk pusat krisis Haji 2020. Pusat krisis ini diberi mandat untuk mitigasi penyelenggaraan haji 2020. "Tim ini sudah membentuk kajian khusus tiga skema penyelenggaraan haji," kata Fahcrul Razi saat konferensi pers pada Selasa, 2 Juni 2020.

Ketiga skema ini adalah haji normal, dibatasi, atau dibatalkan. Memasuki Mei, opsi tersebut mengerucut pada pembatasan atau pembatalan.

Ia mengatakan Arab Saudi juga pernah berkali-kali menutup Ibadah Haji. Bahkan, kata dia, Indonesia pernah meniadakan keberangkatan Haji karena ada Agresi Militer Belanda dulu kala.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru