Posko Covid-19 Perbatasan di Kelurahan Taniran Barito Timur Jadi Dua

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 03 Juni 2020 - 14:30 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Untuk meningkatkan pengawasan orang yang masuk Kabupaten Barito Timur dari dari wilayah Kalimantan Selatan, posko Covid-19 perbatasan di Kelurahan Taniran Kecamatan Benua Lima dibuat menjadi dua posko.

"Posko yang di Desa Kandris kemarin digeser kesini persis di jalan masuk Barito Timur ke arah Desa Bentot, jadi ada dua posko. Yang satunya di jembatan timbang," papar Camat Benua Lima Nina Marissa saat memimpin langsung pemindahan posko dari Desa Kandris, Rabu 3 Juni 2020.

Pemindahan ini sesuai instruksi Bupati Barito Timur dengan pertimbangan masih ada beberapa jalan alternatif atau jalan tikus yang bisa dilewati orang yang masuk dari wilayah Kalimantan Selatan untuk menghindari pemeriksaan di posko perbatasan.

"Jadi ini untuk memperbantukan posko perbatasan yang di jembatan timbang," imbuhnya.

Pada posko ini tidak disediakan tenaga kesehatan namun tetap ada pencatatan suhu tubuh dan tujuan warga yang melintas. Penjagaan dilakukan oleh anggota Polsek, Koramil dan Kecamatan Benua Lima, serta Satpol PP dan aparat desa setempat.

"Kalau ada dari wilayah Kalimantan Selatan yang mau masuk Barito Timur akan diarahkan melewati posko jembatan timbang," kata Nina Marissa.

"Jadi kewenangan untuk memutar balik atau melarang masuk ke Barito Timur nanti ada di posko jembatan timbang, posko yang disini hanya mengarahkan untuk melewati posko tersebut," lanjutnya.

Sebagai pimpinan wilayah kecamatan yang menjadi zona merah Covid-19, Nina berharap pasien positif yang sedang dirawat di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya dapat sembuh serta tidak ada kasus positif Covid-19 yang baru di Kecamatan Benua Lima.

"Masyarakat Benua Lima semua harus mendukung anjuran pemerintah dengan menjalankan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19," pungkasnya. (BOLE MALO/B-7)

Berita Terbaru