Sebaiknya Tunda Kehamilan Selama Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 03 Juni 2020 - 17:05 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DPPKB Kabupaten Barito Timur mengimbau masyarakat untuk menunda kehamilan selama pandemi Covid-19.

Kabid Keluarga Berencana Dinas DPPKB Barito Timur, Nataliana, menjelaskan kehamilan yang terjadi masa pandemi covid-19 cukup berisiko bagi ibu hamil maupun janinnya.

"Kalau orang hamil kan daya tahan tubuhnya turun sehingga mudah terkena infeksi," kata Nataliana, Rabu 3 Juni 2020.

Menurutnya, jika ibu hamil terinveksi Covid-19, maka akan menerima sejumlah obat-obatan untuk dikonsumsi. Itu rawan berdampak buruk bagi pertumbuhan janin dalam kandungan.

Selain dampak kesehatan, kehamilan pada masa pandemi Covid-19 dimana sebagian besar masyarakat Barito Timur mengalami penurunan penghasilan akan berpengaruh terhadap kebutuhan ibu hamil.

"Pasti kebutuhan keuangannya meningkat padahal sebagian besar orang mengalami kesulitan ekonomi," imbuhnya.

Untuk mendukung imbauan ini, DPPKB Barito Timur telah mendistribusikan alat kontrasepsi ke semua klinik di Kabupaten Barito Timur.

"Ini petugas kami sedang mendistribusikan alat kontrasepsi ke klinik-klinik di 10 kecamatan. Kami juga berkoordinasi dengan bidan-bidan di desa," jelas Nataliana.

Tujuannya, agar peserta Keluarga Berencana atau Akseptor KB tidak gagal mengikuti program selama pandemi Covid-19.

Dia juga menjelaskan, hal ini sifatnya imbauan atau tidak ada paksaan dari pemerintah. Karena kehamilan merupakan hak untuk memperoleh keturunan terutama bagi mereka yang sudah merencanakan kehamilan atau pun baru pertama.

"Namun demikian kami tetap mengimbau untuk memertimbangkan risiko kehamilan saat pandemi Covid-19," pungkasnya. (BOLE MALO/B-11)

Berita Terbaru