Beredar Kabar Pasien Covid-19 Kabur dari Kotawaringin Barat, Ini Hasil Penelusuran Gugus Tugas Lamandau

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 03 Juni 2020 - 17:10 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Beberapa hari terakhir, media sosial (medsos) facebook diramaikan dengan informasi adanya pasien positif covid-19 yang disebut kabur dari tempat isolasi di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar). 

Terkait itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau bergerak melakukan penelusuran terhadap salah satu pasien yang diinformasikan kabur itu. Pasalnya, dari identitas di media sosial, salah satu pasien berada di Lamandau.

Hasil penelusuran itu, bahwa pasien positif Covid-19 berinisial KK memang berada di Kabupaten Lamandau, tepatnya tinggal sementara di rumah orangtuanya Desa Mekar Mulya (SP 6), kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau.

"Saat kita temui dan yang bersangkutan mengklarifikasi ke kita, warga ber-KTP luar Kabupaten Lamandau itu selama ini memang tinggal di rumah orang tuanya di Desa Mekar Mulya, guna menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil dari uji sampel swab keluar. KK merasa keberatan dikatakan kabur karena tidak merasa menjalani isolasi di Pangkalan Bun," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau, H Hendra Lesmana, 3 Juni 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun, KK merupakan warga luar Lamandau yang tahun lalu bekerja pada salah satu PBS perkebunan kelapa sawit. Namun, yang bersangkutan resign pada Februari 2020 lalu. Dia juga memiliki orangtua yang tinggal di Desa Mekar Mulya, Sematu Jaya. 

KK semula berencana pulang ke kampung halamannya dengan menggunakan Kapal penumpang dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kotawaringin Barat (Kobar). Karena calon penumpang harus mengantongi surat keterangan bebas Covid-19, maka yang bersangkutan menjalani rapid test secara mandiri di Pangkalan Bun, hasilnya reaktif. 

Karena hasil rapid test pertamanya reaktif, yang bersangkutan juga melakukan rapid test kedua dan hasilnya juga reaktif. 

Mengingat dua kali rapid test-nya reaktif, yang bersangkutan juga mengikuti saran pihak rumah sakit di Pangkalan Bun untuk diambil sampel swab mandiri pada 17 Mei 2020 lalu.

Selama ini, KK mengaku tidak mendapatkan informasi langsung dari pihak Rumah Sakit perihal hasil swab-nya itu, bahkan mengaku baru tahu dari kabar yang beredar di medsos tentang dirinya yang dinyatakan positif covid-19 dan kabur. 

Setelah penelusuran itu, Hendra Lesmana memastikan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lamandau telah menjemput KK itu dari rumah orangtuanya pada Senin 1 Juni 2020 malam. 

"Selain berinisiatif menjalani karantina mandiri selama menunggu hasil swab test, alhamdulillah yang bersangkutan juga sangat kooperatif dan dengan senang hati bersedia mengikuti proses karantina di Pusat Isolasi Terpadu Mess Desa Kabupaten Lamandau," jelas Hendra. 

Dengan adanya tambahan satu pasien positif Covid-19 berinisial KK, jumlah kasus positif Covid-19 di Lamandau menjadi 14 orang, dan 3 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Selain itu, jumlah warga kategori orang dengan resiko (ODR) 25 orang, orang tanpa gejala (OTG) 110 orang, orang dalam pemantauan (ODP) tidak ada, pasien dengan pengawasan (PDP) Covid-19 berjumlah 1 orang dengan keterangan meninggal dunia.  (HENDI NURFALAH/B-11)

Berita Terbaru