Wabup Kobar Lakukan Pendekatan Persuasif, Keluarga Positif Covid-19 Bersedia Jalani Karantina di RSSI

  • Oleh Wahyu Krida
  • 04 Juni 2020 - 13:35 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walaupun sempat menolak untuk dikarantina, enam orang yang masih ada hubungan keluarga positif Covid-19 asal Desa Sungai Kapitan RT 5, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akhirnya bersedia melakukan karantina di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun (RSSI).

Kesediaan mereka melakukan karantina di RSSI setelah pendekatan persuasif oleh Wakil Bupati (Wabup) Kobar Ahmadi Riansyah yang langsung datang ke rumah warga tersebut, Kamis, 4 Juni 2020 pagi.

"Alhamdulillah setelah kita berikan pengertian, hari ini mereka bersedia dibawa ke RSSI untuk  melakukan karantina. Tujuan saya datang ke tempat ini untuk mengklarifikasi informasi yang berkembang bahwa pemerintah tidak melakukan penanganan apapun pada pasien positif tersebut," jelas  Wabup.

Menurut Wabup, setelah menggali informasi terkait masalah ini akhirnya diketahui kenapa keluarga tersebut masih belum dibawa untuk dikarantina di RSUD.

"Saat itu situasi masih belum memungkinkan, lantaran masih dalam kondisi berkabung pasca meninggalnya ibu dari warga itu. Sehingga mereka meminta waktu melakukan karantina mandiri di rumahnya," jelas Wabup.

Tetapi, lanjut Wabup, saat mau dijemput oleh petugas kesehatan untuk dikarantina di RSSI keluarga tersebut sempat menolak dengan berbagai alasan.

"Beberapa hari saat menunggu penjemputan hari ini, mereka juga sudah dipenuhi kebutuhan pokoknya serta vitamin menunjang kesehatan," jelas Wabup.

Menurut Wabup, hingga tadi malam mereka masih belum bersedia dijemput, sehingga ia secara pribadi mendatangi langsung warga tersebut untuk melakukan pendekatan.

"Setelah berkomunikasi ternyata penolakan untuk dikarantina di RSSI bahwa mereka kuatir akan terpisah dengan keluarga lainnya. Meningat ada anak kecil yang juga positif Covid-19. Tadi kami jelaskan bahwa mereka tetap akan dikarantina pada satu tempat," jelas Wabup.

Kemudian, menurut Wabup, dengan menjalani karantina disatu tempat, perkembangan kesehatan mereka bisa lebih terpantau.

Berita Terbaru