Bersurat ke Bupati di Facebook, Warga Ngaku Jalani Karantina Ini Merasa Diterlantarkan PT Gemareksa

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 05 Juni 2020 - 06:00 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Warga yang mengaku bernama Ricardo Hutabarat asal Desa Perigi Raya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau meluapkan rasa kesalnya atas perlakuan PT Gemareksa Mekarsari terhadap dirinya yang kini menjalani proses karantina di Mess perusahaan tersebut. 

Rasa kesalnya ia luapkan dengan membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Lamandau H Hendra Lesmana dengan harapan dapat menindaklanjuti keuhannya. 

Diketahui, warga yang bernama Ricardo Hutabarat tersebut mengungkapkan keluh kesah di media sosial facebook, Kamis 4 Juni 2020. Ia mengaku harus menjalani karantina di mess perusahaan itu karena dirinya baru melakukan perjalanan luar daerah, tepatnya ke Kalimantan Utara (Kaltara).

Selama di mess tersebut, tak ada bantuan sama sekali. Mulai alat mandi hingga kebutuhan pangan pun tak dibantu. Dia harus merogoh kantongnya dalam-dalam untuk memenuhi kebutuhan pribadinya selama dikarantina . Saat ini, pria tersebut mengaku sudah kehabisan untuk menutupi resiko selama menjalani karantina.

Saat ini, dia telah menjalani rapid test sebanyak dua kali, dan hasilnya negatif. Pun begitu, dia sudah diambil sampel swab dan dalam masa tunggu hasil. Sehingga dia harus tetap berada di mess tersebut hingga hasil swab tersebut keluar.

Keluh kesahnya ini mendapat tanggapan langsung dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamandau, H Hendra Lesmana. Melalui akun facebook pribadinya Hendra Lesmana memberikan komentar di status keluh kesah Ricardo Hutabarat tersebut. 

Dia bakal segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Dia pun mengucapkan terimakasih atas informasi yang disampaikan. Bupati Hendra Lesmana sendiri selama ini diketahui cukup aktif menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi langsung dengan warganya. 

"Akan segera di tindak lanjuti, tks informasinya," tulis Hendra Lesmana yang juga menjabat sebagai Bupati Lamandau itu di laman komentar status Ricardo Hutabarat tersebut.

Ini keluh kesah selengkapnya Ricardo Hutabarat di media sosial Facebook Group Komunitas Cinta Lamandau :

Kepada yth :
Bapak H.Hendra lasmana sebagai ketua Tim Gugus covid 19 d lamandau.saya sebagai warga perigi raya,ingin menyampaikan bahwa saya d karantina d PT Gemereksa Mekasari tanpa ada d fasiltasi,seperti mkn,sabun,odol,dan perlengkapan lainnya hanya d kasih mes saja,jadi selama saya sdh d karantina 14 hari mkn saya yg bayar bukan dari PT Gemereksa,sementara protokol dari tim gugus sdh saya jalani,saya mau K PT Gemereksa mekar sari (GMR)untuk menjumpai anak istri saya,kmrn sebelum saya d karantina rencananya mau d pindahkan k mes desa,mpe sekarang saya belum pindah jadi Karantina 14 hari udh saya jlani dan hasil Rapid tes 2 x negatif sekarang saya nambah karantina lagi 14 hari menunggu tes swap,sementara uang saya tdk ada lagi untuk mkn sementara saya tdk bekerja,saya meminta kepada Bapak H.Hendra Lasmana untuk bisa mempertanyakan proses karantina PT Gemereksa Mekar sari.atas peratihaanya bapak saya ucapkan terimakasih.

Atas nama 
Ricardo Hutabarat

(HENDI NURFALAH)

Berita Terbaru