DAD Kotim Siap Tuntut Secara Adat Oknum Pelaku Penyebaran Hoaks Diskriminasi Rekrutmen Pekerja

  • Oleh Naco
  • 06 Juni 2020 - 17:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Dewan Adat Dayak Kabupaten Kotawaringin Timur siap menuntut secara adat oknum pelaku penyebaran hoaks perihal diskriminasi rekrutmen pekerja pada salah satu perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotim.

Ketua Harian DAD Kotim, Untung TR menyampaikan hal tersebut usai rapat bersama perusahaan, Fordayak, dan tokoh adat.

Untung menjelaskan, rapat itu mereka lakukan untuk mengantisipasi permasalahan itu agar tidak semakin meluas dan menjadi konsumsi masyarakat secara negatif.

"Kita pastikan postingan Bryan Ray itu hoaks alias tidak benar, tidak ada perusahaan BGA melakukan penerimaan karyawan di masa pandemi Covid-19 ini. Secara akal sehat mana ada perusahaan yang melakukan penerimaan karyawan saat ini," kata Untung, Sabtu, 6 Juni 2020.

Untung meminta agar perusahaan BGA yang dicatut namanya melalui media sosial tersebut membawa masalah tersebut secara hukum dengan melaporkannya ke pihak kepolisian. 

Pasalnya, ada pelanggaran di postingan itu. Pemilik akun Facebook Bryan Ray menyatakan penerimaan karyawan tidak untuk masyarakat pribumi Kalimantan dan itu memicu keresahan.

"Selain itu, jika perusahaan melaporkan ke kelembagaan adat, secara adat kami siap menuntutnya. Karena secara hukum adat unsurnya sudah masuk," tegas Untung.

Untung juga mengimbau agar damang, Mantir, hingga tokoh adat memberikan pencerahan kepada masyarakat perihal informasi itu.

Apalagi hal itu dinilai sebagai upaya untuk mengadu domba dan mengganggu situasi serta kondusivitas daerah.

"Buktinya di perusahaan itu banyak karyawan lokal yang dipekerjakan, bahkan manajernya orang lokal kita Dayak," tandasnya. (NACO/B-11)

Berita Terbaru