Dampak Kerusuhan di AS terhadap IHSG

  • Oleh Teras.id
  • 06 Juni 2020 - 20:20 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan kerusuhan akibat kematian warga kulit hitam George Floyd di Amerika Serikat belum berdampak pada indeks harga saham gabungan atau IHSG.

"Tetapi bila berlangsung lama akan merusak kepercayaan konsumen dan mengganggu rencana pembukaan ekonomi sehingga mengganggu trend naik pasar saham," kata Hans kepada Tempo di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2020.

Sebelumnya, IHSG sudah mengalami reli positif sepanjang minggu ini dan bahkan sempat menyentuh level 5.000. IHSG ditutup menguat 0,63 persen di level 4.967,78 pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2020.

Adapun sentimen selanjutnya yang akan mempengaruhi laju IHSG adalah data tenaga kerja di Amerika Serikat akhir pekan ini membaik dibandingkan perkiraan turun pelaku pasar. Pengangguran di negeri Abang Sam ini pun membaik ke level 13,3 persen mengindikasikan pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Kemudian, memanasnya hubungan Amerika dan Cina yang berlangsung dari pekan sebelumnya masih menjadi perhatian pasar. Tak hanya di Amerika, sentimen juga datang dari Eropa.

Menurut Hans, ekspansi stimulus oleh Bank Sentral Eropa (ECB) sebesar 600 miliar Euro di atas harapan pelaku pasar. Ini menjadi sentimen positif pasar keuangan. Tapi sebaliknya, pertumbuhan ekonomi Eropa masih diprediksi jelek sehingga menjadi sentimen negatif pasar.

Walau demikian, Hans tetap memprediksi IHSG pekan depan akan kembali menguat. IHSG pun diprediksi bisa tembus di atas 5.000 seperti minggu ini.

"Kami perkirakan akan konsolidasi menguat dengan support di level 4.851 sampai 5.112," kata Hans.

(TERAS.ID)

Berita Terbaru