Kemenhub Siapkan Strategi Optimalisasi Tol Laut Saat New Normal

  • Oleh Teras.id
  • 06 Juni 2020 - 23:59 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan memastikan arus pengiriman barang melalui program Tol Laut tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19, begitupun di masa new normal atau kenormalan baru nanti.

Kementerian Perhubungan mempersiapkan sejumlah mekanisme protokol new normal yang diharapkan dapat memperlancar proses pengiriman barang melalui jalur laut dengan mengoptimalkan Tol Laut.

"Roda ekonomi harus bergerak dan perusahaan tetap bisa menjalankan bisnisnya sehingga pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi hal tersebut," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Capt. Wisnu Handoko melalui keterangan tertulis, Sabtu 6 Juni 2020.

Dia menegaskan, di masa kenormalan baru nanti, Kementerian Perhubungan tetap mendistribusikan logistik dan mencoba menggerakkan perekonomian rakyat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Menurutnya, salah satu strategi yang akan diterapkan adalah mengoptimalkan Logistic Communication System (LCS). Selain itu, data muatan dengan LCS akan lebih diperketat sehingga akan menghilangkan penyimpangan SOP penyelenggaraan program Tol Laut.

"Oleh karena itu, implementasi pelaksanaan SOP pengiriman barang akan diperketat dengan meregistrasi sesuai KTP dan NPWP," katanya.

Adapun, LCS yang dikembangkan BUMN Telkom akan terus diperbaharui ke depannya. Hal itu diharapkan dapat membantu dan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi jadwal kapal, posisi tracking kapal, ketersediaan kontainer, shipping order, manifest dan biaya pengiriman, data statistik pengiriman muatan berangkat dan balik, sampai dengan harga jual barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting).

Wisnu menjelaskan pada informasi muatan dan ruang kapal ini, pihaknya akan memfasilitasi proses bisnis pemesanan, pengiriman kontainer, transparansi standarisasi biaya logistik dan disparitas harga barang kebutuhan pokok dan penting.

"Nantinya, tidak hanya menghilangkan kontak fisik, tetapi juga bisa merangsang persaingan sehat karena pelaku usaha bakal saling memantau harga yang diterapkan masing-masing. Para pelaku bisnis wajib mengunggah biaya jasa mereka masing-masing," ungkapnya.

Kemenhub berharap Tol Laut Logistik di masa new normal bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha perdagangan barang kebutuhan pokok dan penting antar pulau untuk semakin meningkatkan volume pengiriman barang dalam memenuhi kebutuhan daerah.

Adapun selama masa pandemi Covid-19, kapal barang dan kapal angkutan laut khusus tetap diizinkan beroperasi dengan melaksanakan ketentuan protokol kesehatan penanganan Covid-19 dan kriteria pembatasan perjalanan orang yang pelaksanaannya akan diawasi secara lebih ketat. 

(TERAS.ID)

Berita Terbaru