Ini Penjelasan Kepala Lapas Pangkalan Bun Soal 2 Napi Meninggal Dunia

  • Oleh Wahyu Krida
  • 07 Juni 2020 - 00:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kusnan, Sabtu, 6 Juni 2020 memberikan penjelasan perihal 2 narapidana yang meninggal. Menurutnya. kedua napi itu meninggal akibat penyakit tuberculosis paru-paru.

"Namun saat yang bersamaan juga berembus kabar bahwa keluarga dari salah satu napi yang meninggal itu menyatakan tidak menerima atas peristiwa ini. Tapi kabar itu tidak benar," jelas Kusnan.

"Dalam penanganannya Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun sudah bekerja sesuai dengan SOP.  Napi pertama yang meninggal tersebut yaitu Muhammad Said sempat mendapatkan perawatan di RS Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun selama 9 hari. Namun akibat penyakitnya, kondisi kesehatannya memburuk dan meninggal dunia," sambungKusnan. 

Kusnan juga menjelaskan bahwa napi kedua yang meninggal yaitu Herdi juga sudah menjalani pengobatan tuberculosis kategori I selama 1 bulan 19 hari.

“Beberapa hari sebelumnya memang almarhum sempat mengeluhkan sesak nafas dan segera dilakukan penanganan, di antaranya dengan oksigen dan obat-obatan. Orangtua napi tersebut juga mengetahui dan sempat diminta persetujuan dilakukan perawatan oleh dokter lapas," jelas Kusnan.

Namun, Kusnan menambagkan, pada tanggal 3 Juni 2020, kondisi napi tersebut mulai membaik.

"Keluhan sesak sudah berkurang. Sehingga pengobatan dilanjutkan. Namun ternyata malam harinya kambuh mendadak hingga tidak sadarkan diri. Petugas Lapas kemudian membawa yang bersangkutan ke RSSI. Tetapi sesampai di sana ia mengembuskan nafas terakhir," jelas Kusnan.

Dia mengatakan, dari informasi dokter lapas, pihak keluarga juga mengakui telah menerima atas meninggalnya napi tersebut.

"Pihak keluarga juga sudah menandatangani surat pernyataan terkait meninggalnya napi tersebut," jelas Kusnan.

Terkait penanganan penyakit, Kusnan mengatakan dalam lapas juga telah menyiapkan 2 jenis ruangan isolasi untuk penyakit menular.

"Dalam Lapas, sudah tersedia satu ruangan untuk penderita tuberculosis paru yang kemarin sempat ditempati oleh 2 napi yang meninggal tersebut. Selain itu juga tersedia sebuah ruangan untuk penderita covid-19 yang sampai saat ini masih kosong," jelas Kusnan. (WAHYU KRIDA/B-11)

Berita Terbaru