Polri Jelaskan Kronologis Meninggalnya Tersangka Teroris Bagus

  • Oleh Teras.id
  • 07 Juni 2020 - 09:31 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Polri menjelaskan kronologi meninggalnya tersangka teroris Bagus Kurniawan, 26 tahun, pada Selasa, 2 Juni 2020 di Rumah Sakit Polri R. Said Soekanto, Jakarta Timur. Dia mengembuskan nafas terakhir setelah sehari sebelumnya dilarikan dari Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Cikeas, Jawa Barat.

Bagus ditahan sejak 27 November 2019 karena kasus terorisme pada 3 Juni 2019. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Awi Setiyono, Bagus didiagnosa menderita prolong fever+sepsis susp, meningitis+efusi pleura.

"(Untuk mengetahui) Penyebab kematian pasti disarankan untuk pemeriksaan dalam atau otopsi," kata Awi Setiyono dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu malam, 6 Juni 2020, seperti dikutip Antara.

Menurut Awi, Bagus mengeluh demam, mual, dan muntah pada Senin, 1 Juni 2020, sekitar pukul 10.21 WIB.

Pukul 10.31 WIB, dia dibawa ke ruang medis Blok A untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan, tekanan darahnya 110/70, suhu badan 36 derajat Celcius, nadi 120 kali per menit. Bagus lantas diberikan obat sesuai kebutuhan.

"Pada pukul 10.45 Bagus agar dirujuk ke RS Polri. Kemudian pada pukul 11.20 dia dibawa ke RS Polri Kramat Jati,"

Tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.12, Bagus dibawa ke Ruang IGD lalu ke ruang perawatan. Pada saat masuk rumah sakit Bagus memiliki tekanan darah 120/70, nadi 103, RR 20, suhu 38,3. Dari hasil rontgen dada terlihat ada cairan di pleura kanan.

Pada Selasa, 2 Juni 2020, sekitar pukul 12.33, Bagus wafat. Sebelumnya, Bagus mengalami panas tinggi mendadak, sesak nafas, dan penurunan kesadaran. Segera dilakukan pertolongan tapi tidak ada perubahan.

Awi menerangkan bahwa jenazah Bagus dibawa keluarga pada Kamis lalu, 4 Juni 2020 untuk dimakamkan di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pihak keluarga menolak otopsi jenazah dengan alasan dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan.

Berita Terbaru