Pendataan Penerima Bansos Dianggap Asal-asalan

  • Oleh Naco
  • 07 Juni 2020 - 12:11 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi PKB DPRD Kotawaringin Timur, M Abadi menilai pendataan penerima bantuan sosial dianggap asal-asalan.

Pasalnya, hampir ada ketidakberesan penerima bantuan di sejumlah desa yang ada di Kecamatan, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Abadi turut mempertanyakan data apa yang digunakan sejauh ini, sehingga mereka yang harusnya berhak mendapatkan justru tidak menerima bantuan itu. "Sebaliknya mereka yang mampu malah yang dapat," tegas Abadi, Minggu, 7 Juni 2020.

Abadi mengakui sudah mengecek data penerima bantuan sosial itu baik yang dari provinsi hingga kabupaten di mana data itu banyak masuk warga yang mampu, perangkat desa hingga warga yang sudah meninggal.

"Artinya data yang digunakan tersebut tidak beres, harusnya hal semacam ini tidak sampai terjadi," tegasnya.

Dengan data yang tidak valid ini membuat anggaran yang dialokasikan untuk bansos tersebut akhirnya membengkak.

"Padahal sebelum diserahkan beberapa waktu lalu RT sudah mendata, harusnya data itu yang digunakan. Justru sebaliknya banyak yang sudah didata tidak masuk. Artinya data itu tidak digunakan," tandasnya. (NACO/B-6)


TAGS:

Berita Terbaru