Warga Tolak Rumah Susun jadi Tempat Karantina Pasien Covid-19 Barito Timur

  • Oleh Agustinus Bole Malo
  • 26 Juni 2020 - 18:35 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Desa Jaar Kecamatan Dusun Timur Arponi, membenarkan informasi penolakan warga RT 11 Desa Jaar atas rencana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Timur yang akan menjadikan rumah susun sederhana sewa atau rusunawa yang berada di lingkungan tersebut sebagai tempat karantina pasien COVID-19.

"Benar, warga kami di RT 11 menolak atau tidak setuju rencana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Barito Timur yang akan menjadikan rusunawa itu sebagai tempat karantina pasien Covid-19," jelas Arponi di kediamannya, Jumat 26 Juni 2020.

Menurutnya, pada hari Kamis 25 Juni 2020 Gugus Tugas yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan bersama aparat desa dan warga RT 11 telah melakukan pertemuan di balai desa terkait rencana akan menjadikan rumah susun sebagai tempat karantina bagi pasien COVID-19.

"Hasilnya, warga RT 11 membuat pernyataan tertulis untuk menolak atau tidak setuju rusunawa itu menjadi rumah karantina bagi pasien Covid-19," imbuhnya.

Arponi mengaku tidak dapat dapat memaksakan kepada warga untuk menyetujui penggunaan rusunawa tersebut karena diantara alasan penolakan ada warga yang mempermasalahkan status lahan tempat pembangunan rusunawa.


"Kalau cuma alasan penolakan akibat takut tertular Covid-19, mungkin kami masih bisa memberikan pemahaman,"

"Saya sebagai Kepala Desa sudah memfasilitasi untuk mencari jalan terbaik, karena warga menolak, ya bagaimana lagi," pungkasnya. (BOLE MALO/B-5) 

Berita Terbaru