PKL Pasar Malam dan Subuh Pasar Indra Sari Pangkalan Bun Diizinkan Berjualan Asal Sudah Rapid Test

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 26 Juni 2020 - 20:50 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemkab Kobar memberikan kelonggaran, yakni bagi pedagang kali lima (PKL) pasar malam dan subuh di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun yang sudah ikuti rapid test diperbolehkan untuk berjualan.

Pemkab Kobar melalui Disperindagop UKM Kobar memberikan kebijakan untuk pedagang yang berjualan pada malam hari dan subuh di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, diperbolehkan pedagang atau berjualan kembali. Dengan syarat pedagang harus memberikan foto copy atau menunjukan hasil Rapid Test.

"Betul, jika mereka memiliki surat keterangan sudah rapid test dan hasilnya non reaktif, maka diizinkan berjualan," ujar Kepala Disperindagop dan UKM Kobar Muhammad Yadi, Jumat, 26 Juni 2020.

Namun, kata dia sepanjang mereka belum memiliki bukti bebas covid19 (rapid test) maka merek tidak diperkenankan berjualan. Kebijakan ini diambil setelah para pedagang yang merasa Rapid Test dan non reaktif keberatan, bila ada pedagang yang belum rapid test namun masih nekat berjualan.

"Masalahnya sebagian besar pedagang sudah rapid test dan mereka keberatan kalau yang belum rapid test diizinkan berjualan, takut membawa virus," ungkapnya.


Ditutupnya aktivitas perdagangan di malam dan subuh, itu untuk kepentingan bersama. Pemerintah ingin menjadikan Pasar Indra Sari sebagai pasar yang aman dikunjungi.

Selanjutnya, M Yadi meminta kerjasama para pedagang agar selalu mematuhi protokol kesehatan dan meminta agar ikut mengawasi, bagi pedagang dari luar daerah yang belum Rapid Test supaya dilaporkan ke petugas pasar.

“Sulitnya para pedagang yang dari luar daerah ini yang datang dan langsung berjualan, bagi pedagang luar daerah yang belum rapid test tidak boleh berjualan," tambahnya. (DANANG/B-5)

Berita Terbaru