Mahasiswa Politeknik AKA Bogor Tenggelam di Pulau Manuk

  • Oleh Teras.id
  • 28 Juni 2020 - 20:00 WIB

TEMPO.COJakarta - Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah mahasiswa Politeknik Akademi Kimia Analis (AKA) Bogor Muhammad Aulian (21) yang tenggelam di Pulau Manuk Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak. Jenazah mahasiswa itu ditemukan nelayan setempat.

"Evakuasi berjalan lancar tanpa hambatan," kata Humas Basarnas Banten Sito Warsito saat dihubungi, Minggu 28 Juni 2020.

Saat ini, jenazah mahasiswa asal Bogor tersebut dibawa ke Puskesmas Bayah untuk dilakukan autopsi sambil menunggu kedatangan keluarganya.

Jenazah Muhammad Aulian ditemukan nelayan setempat pada Minggu pukul 07.30 dengan kondisi mengambang dengan radius sekitar 3,5 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP).

Nelayan melaporkan penemuan jenazah itu ke Tim SAR gabungan dan dilakukan evakuasi dengan menggunakan perahu karet.


"Kami bersama tim gabungan lainnya sepanjang Jumat lalu sudah melakukan penyisiran di sekitar pesisir pantai Pulau Manuk, namun tidak ditemukan," ujarnya.

Ia mengatakan, kecelakaan laut yang menimpa Muhammad Aulian itu saat foto selfie bersama tiga rekannya secara tiba-tiba dihantam gelombang tinggi sehingga hanyut dibawa arus. Bersama tiga rikannya, korban mengunjungi kawasan wisata Pulau Manuk. Tiga rekannya selamat dari gelombang tinggi itu.

Sebenarnya kawasan wisata Pulau Manuk ditutup untuk wisatawan karena pandemi Covid-19. Diduga rombongan mahasiswa asal Bogor yang tewas tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi itu masuk lewat pintu belakang. "Kami minta pengunjung pantai selatan agar waspada terhadap gelombang karena ombaknya cukup besar dan bisa menimbulkan kecelakaan laut," kata Sito. (TERAS.ID)

Berita Terbaru