Jika Diusung PDIP, Pasangan Halikinnor - Parimus Akan Temui Jalan Terjal

  • Oleh Naco
  • 01 Juli 2020 - 20:51 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Impian Partai Demokrat untuk menyandingkan pasangan H.Halikinnor-Parimus  nampaknya menemui jalan terjal jika keduanya masih berharap diusung PDIP.

Jika keduanya tetap berpasangan harus mencari tambahan kursi minimal 3 lagi menambah 5 kursi Demokrat. Kondisi ini terjadi lantaran PDIP  menjadikan kader paling tidak sebagai wakil dari Halikinnor. 

PDIP Kotim sudah memiliki sejumlah kader yang akan dipasangkan mulai dari Ahmad Yani Ketua DPC PDIP Kotim, Alexsius Esliter Sekretaris DPC PDIP, Irawati, Modika Latifah Munawarah dan sederet kader siap pakai.

“PDIP  etap menginginkan kadernya untuk maju di setiap konstelasi pilkada, dan itu adalah syaratnya,” kata Ketua DPC PDIP Kotim Ahmad Yani, Rabu, 1 Juli 2029.

Menurutnya syarat yang diajukan PDIP itu merupakan syarat berkoalisi. Syarat itu merupakan sebuah keharusan bagi siapapun yang ingin menggunakan PDIP untuk perahu pertarungan politik di 9 Desember 2020.

"Memang PDIP selalu mengajukan kadernya, tapi nanti apapun keputusan partai maka  kami sebagai pengurus DPC prinsipnya siap mengamankan dan melaksanakan keputusan partai, jadi intinya itu sudah wewenang DPP memutuskan,” tegasnya. 

Disinggung mengenai jadwal rekomendasi dari DPP PDIP, Ahmad Yani mengakui dalam waktu dekat ini kemungkinan akan keluar. Bahkan  bersamaan dengan partai koalisi lainnya. 

Ahmad Yani menegaskan hingga saat ini juga belum ada nama atau pihak manapun yang mengantongi rekomendasi  berupa formulis B1KWK dari Ketua Umum PDIP.

Sementara itu Ketua DPC Demokrat Kotim, Parimus saat ini tengah mencari partner koalisi. Demokrat harus menambah minimal tiga kursi. 

“Masih dalam pencarian jadi kalau memang sampai  garis tangan bertarung nanti ada saja waktu deklarasinya, siapa saja yang mengusung,” tutupnya. (NACO/B-6)

Berita Terbaru